Air Dingin vs Air Hangat Saat Buka Puasa, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Dokter Tirta

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.ID - Siapa yang kalau buka puasa langsung gercep minum es buah dingin atau es teh manis? Sensasi dingin mengalir di tenggorokan setelah seharian menahan haus memang terasa luar biasa nikmat.

Akan tetapi tunggu dulu, tahukah kamu bahwa berbuka dengan air hangat ternyata menyimpan segudang manfaat buat tubuh kita?

Influencer kesehatan sekaligus dokter, dr. Tirta Mandira Hudhi, membongkar fakta medis di balik perdebatan sejuta umat, yakni "Buka puasa mending pakai air dingin atau air hangat?"

Menurut Dokter Tirta, meski di dunia medis ada perbedaan pendapat dan minum air dingin juga tidak disalahkan. Air hangat punya keistimewaan tersendiri untuk kerongkongan yang seharian kering.

"Saat kita berpuasa itu kan tidak ada satupun makanan ataupun minuman yang masuk melalui kerongkongan. Nah, ketika kita minum air hangat, itu akan membuat sensasi comfort, nyaman di kerongkongan," kata dr. Tirta dalam tayangan YouTube Tirta PengPengPeng yang Grid.ID kutip, Minggu (22/2/2026).

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa air hangat mampu memicu vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah di sekitar kerongkongan, sehingga tubuh terasa lebih rileks. Hebatnya lagi, air hangat bisa membantu membunuh kuman.

"Bukan air panas. Kalau air panas itu bukan hanya mikroorganisme, cangkemmu (mulutmu) juga melepuh! Jadi air hangat saja, mau teh hangat boleh, air mineral hangat juga boleh," tuturnya.

Selain itu, bagi yang hobi membatalkan puasa pakai secangkir kopi hitam, dr. Tirta memberikan peringatan keras. Menurutnya, minum kopi saat lambung benar-benar kosong adalah cara menuju GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

"Inget, kopi itu ada kafeinnya, kalau perut kosong dikasih kopi nanti jadi GERD. Jadi boleh ngopi setelah lambungnya terisi," tegasnya.

Secara medis, kafein di dalam kopi bisa mengendurkan otot sfingter esofagus (katup antara kerongkongan dan lambung). Jika ini terjadi saat perut tidak ada isinya, asam lambung akan dengan mudah naik kembali ke kerongkongan dan memicu rasa terbakar di dada (mulas/refluks asam).

Selain itu, kopi juga terbukti merangsang produksi asam lambung secara drastis. Jika perut kosong belum diisi karbohidrat kompleks atau protein, asam ini akan langsung mengiritasi dinding lambung. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sertifikasi Halal Tak Goyah dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jangan Salah Ya! 5 Menu Ini Baiknya Tidak Asal Dipanaskan Buat Sahur
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sambut 100 Tahun, Kolese Kanisius Gelar Konser Amal Children of Hope | SAPA PAGI
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Balik ke Tanah Leluhur, Shayne Pattynama Bawa Misi Spesial saat Persija Jakarta Dijamu Malut United
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Meriahnya Perayaan Ulang Tahun Anjing sekaligus Cap Go Meh di Gedung Mewah Surabaya
• 2 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.