RI Bersedia Impor Pakaian Bekas Cacahan dari AS, Dapat Bea Masuk Tekstil 0% sebagai Ganti

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia bersedia untuk membuka keran impor pakaian bekas yang telah dicacah (shredded worn clothing) dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari hasil negosiasi dagang antara kedua negara. 

Hal itu tertuang dalam ketentuan Article 2.8: Worn Clothing pada Annex III: Specific Commitments (Section I. Tariffs and Quotas) yang tercantum di Perjanjian Perdagangan Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) kedua negara. 

"Indonesia akan mengizinkan impor pakaian bekas yang telah dicacah dari Amerika Serikat untuk lebih mempromosikan perdagangan dan ekonomi sirkular dalam industri pakaian daur ulang AS yang sangat maju," demikian dikutip Bisnis, Minggu (22/2/2026). 

Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke AS untuk menandatangani ART dengan Presiden Donald Trump, emiten tekstil dan garmen PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) juga ikut menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Ravel Holding Inc. untuk pemanfaatan worn clothing yang sudah dicacah (shredded) untuk didaur ulang menjadi serta (recycled fiber). 

"Kerja sama ini bukan dalam bentuk impor pakaian bekas utuh untuk diperjualbelikan di pasar domestik," kata VP Pan Brothers, yang juga Ketua Umum Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Anne Patricia Susanto saat dihubungi Bisnis, Kamis (19/2/2026).

Adapun pada dokumen yang sama, Indonesia juga mendapatkan pengurangan tarif impor hingga 0% untuk produk tekstil dan garmen yang dikirim ke AS dalam kuota yang ditentukan. 

Baca Juga

  • Ada Tarif Global Trump, Pemerintah Upayakan Sawit hingga Tekstil Cs Tetap 0%
  • Menilik Prospek Impor Limbah Tekstil Pan Brothers
  • AS Bebaskan Tarif CPO hingga Kakao, Tekstil & Apparel Pakai Kuota

Pada bagian atau Section 6. Commercial Considerations and Opportunities, AS menyatakan berkomitmen untuk membuat suatu mekanisme yang memperbolehkan impor tekstil dan pakaian dari Indonesia dengan rate tarif resiprokal 0%.

Namun, kuota dari impor tekstil dan pakaian dari Indonesia ini akan bergantung pada jumlah ekspor AS terhadap produk terkait. 

"Mekanisme ini akan memungkinkan sejumlah impor pakaian dan tekstil dari Indonesia yang akan ditentukan kemudian untuk masuk ke Amerika Serikat dengan tarif yang dikurangi ini, tetapi volume ini akan ditentukan berdasarkan jumlah ekspor tekstil, misalnya, kapas produksi AS dan bahan baku tekstil serat buatan, dari Amerika Serikat," dikutip dari Article 6.3: Textiles pada Section 6. Commercial Considerations and Opportunities.

Berdasarkan keterangan Kemenko Perekonomian, Indonesia mendapatkan tarif impor 19%. Selain itu, sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia ke AS seperti minyak kelapa sawit, kopi dan kakao mendapatkan tarif 0%. 

Pengecualian tarif resiprokal berlaku untuk 1.819 produk, yang meliputi 1.695 produk industri dan 124 produk pertanian berlaku most favored nation (MFN). 

Khusus produk tekstil, Indonesia mendapatkan pengurangan tarif hingga 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota atau TRQ.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Baru Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pemda Tak Beri Info Pembangunan 2 Krematorium, Warga Kalideres Murka: Kami Tak Dianggap Manusia
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Lima UMKM Surabaya terima bantuan modal dan peralatan dari DPR RI
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Minggu (22/2), Cetakan 1 Kg Tembus Rp3,24 Miliar
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Tragis! Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.