REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Masjid Agung Sultan Alauddin UIN Makassar menghadirkan program Dapur Ramadhan dengan menyediakan ratusan porsi makanan berbuka puasa bagi jamaah selama Ramadhan 1447 Hijriyah.
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar Kamaluddin Abunawas mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemakmuran masjid serta penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan kampus.
Baca Juga
Produk AS Dibebaskan dari Sertifikasi Halal? Muhammadiyah Ingatkan Potensi Pelanggaran UU
Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh dan Harian
AS Parkir Puluhan Jet Tempur di Yordania, Iran Ancam Serang Semua Pangkalan Amerika di Timteng
Program berbagi melalui Dapur Ramadhan menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat ukhuwah di antara sivitas akademika.
Mengusung semangat “Dapur Ramadhan Masjid Agung Sultan Alauddin Makassar: Berbagi Kebaikan, Menyemai Keberkahan di Bulan Suci Ramadhan”, program ini menargetkan penyediaan sekitar 500 hingga 700 paket makanan setiap hari sepanjang Ramadhan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Peningkatan jumlah paket tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak jamaah dan masyarakat sekitar kampus," katanya dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Program ini juga membuka ruang partisipasi bagi sivitas akademika dan masyarakat umum untuk terlibat sebagai relawan, baik di dapur dan distribusi maupun pada bidang kebersihan serta logistik.
Selain itu, dukungan dapat disalurkan dalam bentuk bahan makanan, perlengkapan dapur, maupun donasi dana guna mendukung keberlanjutan program.
Semangat berbagi ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang memberi makan orang yang berpuasa akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun (HR Tirmidzi).
“Nilai inilah yang menjadi landasan spiritual dalam menghadirkan Dapur Ramadhan sebagai gerakan kolektif yang menyatukan kepedulian, kebersamaan, dan keberkahan di bulan suci,” kata Kamaluddin.