Kemenpar-BCA Mantapkan Ekosistem Pariwisata Borobudur

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) bersama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berkolaborasi memperkuat ekosistem pariwisata di Borobudur. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan citra pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Melansir dari siaran pers Kemenpar, sinergi ini diwujudkan untuk mempromosikan praktik konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, dan restorasi mata air di Desa Sidodadi, Kabupaten Malang. Kedua program Bakti Lingkungan tersebut dijalankan sebagai corporate shared value BCA di bawah payung Bakti BCA.

Sinergi tersebut menghasilkan film dokumenter yang mengangkat topik konservasi lingkungan dalam mewujudkan keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Pada kegiatan di Kabupaten Bantul, cerita yang diangkat merupakan aksi penyelamatan populasi penyu oleh Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo. Film ini membawa pesan untuk saling menjaga lingkungan agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem serta menawarkan pengalaman wisata berkualitas.

Fajar Subekti selaku konservator KKP Mino Raharjo, menyatakan bahwa kegiatan konservasi tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pariwisata yang berdampak baik terhadap kelestarian alam. “Kami memastikan bahwa pariwisata harus bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, sehingga wisatawan yang datang ke Goa Cemara mempunyai pengalaman dan perenungan yang mendalam tentang kehidupan sesama yang harus terus dijaga,” ujar Fajar Subekti, dikutip Minggu (22/2).

Pengabdian kepada lingkungan tersebut ditransformasikan kepada wisatawan melalui konsep wisata edukasi. Desa Wisata Patihan yang berdampingan dengan KKP Mino Raharjo menawarkan paket wisata pelepasan tukik sebagai sarana eduwisata. Wisatawan disuguhkan pengalaman unik yang tidak hanya rekreatif, tapi juga berdampak dengan pelepasan tukik yang membawa dampak bagi lingkungan dan masa depan.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY. “Yogyakarta ini dan Goa Cemara yang terkenal sebagai wisata mass tourism tentu harapannya dengan adanya konservasi tukik yang lebih profesional ini, wisatawan tidak hanya mandi air, bermain pasir, dan menikmati pantai saja, tetapi juga bisa mengedukasi diri dengan konservasi tukik dan bagaimana pelestarian alam untuk kelestarian penyu-penyu kita di masa depan.” ujar GKR Bendara.

Baca Juga: Kesempatan Baru Ekspor Kertas Indonesia untuk Perkuat Posisi Global

Selain konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, kerja sama juga dilakukan untuk mengangkat cerita restorasi mata air di Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Restorasi sumber mata air tersebut merupakan pilar Bakti Lingkungan dalam program Bakti BCA.

Kegiatan Bakti Lingkungan BCA bermitra dengan Gabungan Kelompok Tani Hutan (GAPOKTANHUT), Kelanawisata, Jejakin, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL), dan warga desa setempat. Aksi tersebut dikemas secara visual oleh Kelana Wisata sebagai wujud kerja sama dengan BCA untuk menyebarluaskan informasi tentang upaya preservasi lingkungan. Video dokumenter ini menceritakan proses gotong royong masyarakat desa untuk merestorasi sumber mata air serta membawa pesan penting akan peran air bersih untuk kehidupan masyarakat.

“Program revitalisasi mata air ini merupakan pengembangan program penanaman pohon yang telah dilakukan oleh Bakti BCA. Jadi di tahun ini kita menanam pohon tersebar di 3 lokasi, salah satunya di Desa Sidodadi ini sebesar 21.000. Kemudian kita berpikir bahwa selain dari dampak karbon, ekologi lainnya apa lagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat saudara-saudara kita di Desa Sidodadi”, ujar Titi Yusnarti VP CSR BCA. Aksi pelestarian alam dan restorasi mata air tersebut menjadi gerakan untuk memberikan dampak baik bagi lingkungan yang ber-impact terhadap masyarakat.

Ketua GAPOKTANHUT menyatakan bahwa sumber air di Desa Sidodadi menjadi sumber kehidupan masyarakat. “Ini yang memanfaatkan itu seluruh desa, jadi air ini setelah dibawa pulang dari DAM itu kan penuh, jadi kalo sumber yang digunakan ini kecil, pengguna sawah juga kebingungan, bukan hanya di Sidodadi aja, ada beberapa desa yang memanfaatkan sumber air yang ada disini” kata Joko Purnomo, Ketua GAPOKTANHUT Desa Sidodadi.

Air menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Harapan masyarakat dengan kegiatan restorasi mata air yaitu akses air bersih warga dapat lancar dan bersih. “Ini cita-cita saya, supaya masyarakat anak cucu saya bisa minum air jernih, jadi saya nelusur sumber-sumber itu saya kumpulkan, lalu saya bawa pulang”, ujar Pak Suwadi atau akrab disapa Mbah Di, anggota Gapoktanhut yang mengawali pencarian mata air sejak 1987.

Lewat film dokumenter, peningkatan citra pariwisata dilakukan melalui media promosi. Kelana Wisata sebagai kanal promosi pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi memproduksi film di Bantul dan video di Malang tersebut. Penyampaian pesan menjadi sarana untuk mengkampanyekan pariwisata berkualitas. Hal tersebut turut menjadi strategi untuk mendukung program Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan Gerakan Wisata Bersih dan Pariwisata Naik Kelas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Logistik Angkut 45 Ribu Barang Selama Libur Panjang Imlek 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Agustina-Iswar
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Warning! Hujan Lebat Intai Jabodetabek 22–23 Februari 2026, Tangerang Siaga
• 12 jam laludisway.id
thumb
Kadin Minta Presiden Batalkan Impor 105.000 Pick-Up, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Ini Perkiraan Ramainya Pasar Tanah Abang di Bulan Ramadan 2026
• 38 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.