Perayaan Cap Go Meh di Bogor Digelar 1–3 Maret, Jalan Suryakencana Ditutup

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com- Perayaan Cap Go Meh atau Bogor Street Festival (CGM–BSF) dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Maret 2026 di kawasan Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan perayaan tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan sehingga membutuhkan pengaturan khusus, termasuk rekayasa lalu lintas.

“Ramadhan tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) yang direncanakan berlangsung pada 1 hingga 3 Maret 2026,” ujar Dedie dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Baca juga: Jadwal Perayaan Imlek Jakarta 2026: Light Festival 13 Februari hingga Cap Go Meh

Ia juga menyebut nantinya kawasan Jalan Suryakencana akan ditutup dari sore hingga malam hari.

Hal ini dilakukan karena ada aksi arak-arakan kebudayaan, mulai dari barongsai hingga liong, serta festival kuliner yang berlangsung di sepanjang Jalan Suryakencana.

"Pelaksanaan Cap Go Meh akan menutup jalan dari sore hingga malam, karena ada festival kuliner yang berkaitan dengan Ramadhan dan juga arak-arakan budaya. Ini tentu harus kita siapkan dengan baik," katanya.

Menurut Dedie, skema teknis penutupan jalan dan pengamanan masih dibahas bersama pemerintah daerah serta aparat setempat untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Sementara itu, suasana kawasan pecinan di Suryakencana sudah terasa semarak menjelang perayaan.

Baca juga: Pedagang di CFD Depok Berjualan Saat Ramadhan: Belum Ada yang Beli Sama Sekali

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin (16/2/2026), jalanan ini jauh lebih hidup dari biasanya.

Memasuki kawasan Lawang Suryakencana, ornamen merah tampak mendominasi kawasan pecinan yang menjadi salah satu ikon kota hujan tersebut.

Deretan lampion merah tampak bergantung rapat pada rangka besi yang membentuk gerbang lawang. Sebagian lampion juga menghiasi fasad ruko-ruko tua.

Toko-toko di sepanjang jalan ini juga turut dihiasi ornamen bernuansa Imlek, mulai dari lampion, gantungan karakter shio, hingga tulisan bertema keberuntungan yang terpasang di pintu dan etalase.

Baca juga: 10 Remaja Tawuran di Depok Dimasukkan ke Pesantren Kilat

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Aroma dupa turut menyeruak dari area Vihara Danagun yang berada di sisi kiri lawang. Di lokasi, para wisatawan tampak memadati jalan.

Ada yang berbelanja, hingga foto-foto. Ada pula yang berjalan santai sambil menikmati suasana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shayne Pattynama Tidak Sabar Bertandang ke Markas Malut United: Dekat Kampung Halaman sang Ayah
• 5 jam lalubola.com
thumb
Sertifikasi Halal Tak Goyah dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menjadikan Mahasiswa Indonesia sebagai Warga Dunia
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kata Pakar, Alien Pantau Manusia Bumi-Pernah Kirim Sinyal Saat PD II
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ditinggal Istri Kerja di Taiwan, Ayah Tiri Siksa Anak dan Videonya Viral
• 6 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.