Jangan Asal Makan Buah Pas Buka Puasa! Ini Rekomendasi dari Ahli Gizi IPB

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Berbuka puasa tak hanya sekadar melepas lapar dan dahaga, tetapi juga momen penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa. Pemilihan makanan, khususnya buah, menjadi faktor utama agar tubuh kembali bertenaga dan tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan.
 
Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan, selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang merupakan sumber utama energi bagi otak.
 
Ketika cadangan glikogen di hati menipis, tubuh akan beralih menggunakan asam lemak sebagai sumber energi alternatif. “Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif,” tuturnya dalam siaran persnya, dikutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Oleh karena itu, menurut Katrin, saat berbuka puasa agar segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana seperti glukosa dan fruktosa. Kedua jenis gula alami tersebut banyak ditemukan dalam buah-buahan.
 
Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, yang memiliki kandungan fruktosa tinggi dan telah dianjurkan oleh Rasulullah Saw untuk dikonsumsi saat berbuka. Ia menambahkan bahwa fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu atau tepung.
 
“Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi penderita diabetes,” ujarnya.
 
Selain itu, Katrin merekomendasikan buah dengan kadar air tinggi seperti semangka, melon, dan pepaya. Buah-buahan tersebut tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga kaya akan air, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
 
“Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung.
 
Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah. Sementara itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung, serta salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.
 
Katrin juga menyarankan konsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari, setara 100–150 gram. Pola konsumsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral.
 
Ia menegaskan, meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan. “Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa,” tuturnya. 

Baca Juga :

Jangan Langsung Makan Gorengan Pas Buka Puasa, Ini Dampaknya Kata Ahli Gizi

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar-kejaran! Polisi Lepas Tembakan Peringatan saat Tangkap Kurir 80 Kg Sabu di Medan
• 54 menit lalukompas.tv
thumb
Dua Pria Terekam CCTV Curi Motor di Jagakarsa Jaksel, Polisi Selidiki
• 5 jam laludetik.com
thumb
IPW: Brimob Cocoknya Operasi Lawan Kombatan, Bukan Berhadapan dengan Warga Sipil
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Hari Terakhir Periode Libur Imlek, Volume Penumpang KA di Stasiun Tegal Capai Lima Ribu Lebih
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bakal Comeback, Manny Pacquiao Ungkap Kisah Pertarungan Legendaris Melawan Oscar De La Hoya
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.