JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat juga akan membangun waduk seluas sepuluh hektar di lahan Taman Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan, Kalideres.
Lurah Kamal, Edy Sukarya mengungkap lahan yang kini tengah dalam proses relokasi warga tersebut tak hanya diperuntukkan sebagai area makam, tetapi juga fasilitas pelengkap agar tak terendam banjir.
“Jadi enggak semuanya untuk kuburan informasinya, tapi juga akan dibikinin waduk, sekitar 10 hektar luasnya,” kata Edy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/2/2026).
Edy menjelaskan bahwa setelah area permukiman tersebut berhasil dikosongkan, lahan akan langsung dieksekusi meliputi pengurugan dan peninggian tanah agar kawasan tersebut terbebas dari genangan air.
“Informasinya itu setelah kosong langsung diuruk, dengan ketinggian 2 meter lebih kurang lebih. Jadi langsung, ditinggiin juga biar enggak banjir kan,” ucapnya.
Baca juga: 9 KK Warga Kamal di TPU Pegadungan Direlokasi ke Rusun
Pembangunan waduk tersebut dinilai krusial sebagai solusi penanganan banjir, baik untuk menjaga area pemakaman itu sendiri maupun permukiman warga di sekitarnya.
“Iya dong (untuk mencegah banjir). Harus ditangani, masa kuburan banjir, gimana sih? Iya kan?” kata dia.
9 KK Sudah Pindah ke RusunMeski penuh kendala, Edy menyebut saat ini sudah ada sembilan Kepala Keluarga (KK) yang berhasil direlokasi ke beberapa rusun pada Selasa (10/2/2026) lalu.
Pemindahan sembilan KK ini sengaja dilakukan lebih awal sebagai percontohan bagi warga lainnya.
“Sudah dipindah kemarin. Rusun Tegal Alur 4 KK, Rusun Pesakih 3 KK, Rusun Rawa Bebek 1 KK, Rawasari 1 KK,” kata dia.
Edy memastikan fasilitas di unit-unit rusun tersebut sudah diperbaiki dan sangat layak huni.
Baca juga: Rusun Pesakih Sempat Tak Layak Huni, Kini Diperbaiki untuk Relokasi Warga TPU Pegadungan
Pihaknya kini menargetkan agar seluruh warga Kelurahan Kamal sudah mengosongkan lahan sepekan setelah hari raya Idul Fitri mendatang.
“Kita sengaja masuk duluan biar jadi contoh. Karena Kelurahan Kamal targetnya 7 hari setelah Lebaran. Insyaallah clear,” tambahnya.
Namun, Edy mengakui proses pemindahan ini tidak berjalan mulus akibat penuhnya unit rumah susun (rusun) yang berada di kawasan Jakarta Barat.
“Pada prinsipnya mereka mau semua sebetulnya (direlokasi), cuma sayang rusunnya jauh. Saya sudah survei sama mereka, kendalanya itu doang, jauh,” ungkap Edy.
Menurutnya, rusun yang saat ini tersedia hanya ada di luar kawasan Jakarta Barat dan jaraknya jauh seperti Rusunawa Jagakarsa, Jakarta Selatan, serta Rusunawa Rorotan dan Nagrak di Jakarta Utara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




