Putusan Mahkamah Agung AS Pada Jumat Memicu Gelombang Reaksi Besar di Seluruh Dunia

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat 20 Februari 2026, bersamaan dengan pengumuman Presiden Donald Trump tentang penerapan tarif tambahan sebesar 10%, menjadi dua kabar paling berdampak di dunia. Menanggapi hal ini, reaksi di Amerika Serikat maupun di berbagai negara di dunia sangat beragam.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan: “Kami akan mempelajari putusan tersebut dengan saksama dan dengan senang hati akan menyampaikan pandangan kami setelahnya.

EtIndonesia. Amerika Serikat adalah mitra dagang terbesar Meksiko. Dalam setahun terakhir, kebijakan tarif Trump telah memaksa Meksiko untuk meningkatkan pemberantasan kartel narkoba, dan juga berhasil mendorong banyak perusahaan memindahkan kembali lini produksi mereka dari Meksiko ke Amerika Serikat.

Pejabat tertinggi Kanada yang bertanggung jawab atas perdagangan AS–Kanada, Dominic LeBlanc, menulis di media sosial bahwa putusan Mahkamah Agung AS tersebut sejalan dengan kepentingan Kanada.

Amerika Serikat juga merupakan mitra dagang terbesar Kanada. Dalam setahun terakhir, Kanada bersikap keras menentang tarif Trump, dan perundingan dagang antara kedua negara beberapa kali mengalami kebuntuan.

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menandatangani perjanjian perdagangan trilateral pada tahun 2020. Saat ini, perjanjian tersebut memasuki masa peninjauan bersama setelah enam tahun pelaksanaan. 

Pada Desember tahun lalu, Perwakilan Dagang AS mengusulkan kemungkinan mengganti perjanjian tiga pihak tersebut dengan kesepakatan bilateral.

Juru bicara perdagangan Uni Eropa, Olof Gill, menyatakan bahwa pihaknya tetap menjaga komunikasi erat dengan para pejabat Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa dunia usaha di kedua sisi Atlantik sama-sama bergantung pada hubungan dagang AS–Eropa yang stabil dan dapat diprediksi.

Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa sekaligus anggota parlemen Jerman, Bernd Lange, mengatakan bahwa tim perunding perdagangan Parlemen Eropa akan menggelar rapat pada Senin depan untuk membahas kerangka perdagangan AS–Eropa, yakni Perjanjian Turnberry.

Di dalam Amerika Serikat sendiri, respons terhadap putusan Mahkamah Agung dan kebijakan terbaru Trump juga terbelah tajam.

Partai Demokrat hampir secara bulat mendukung Mahkamah Agung, sementara sebagian besar anggota Partai Republik mendukung presiden.

Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan bahwa tarif telah membawa pendapatan puluhan miliar dolar bagi Amerika Serikat, dan menjadi alat tawar-menawar yang besar untuk mencapai kesepakatan perdagangan “America First” dengan negara lain.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, Kongres akan bekerja sama dengan pemerintah federal untuk menentukan arah terbaik bagi Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent berpidato di Dallas Economic Club, menyatakan dukungan kuat kepada presiden.

“Perkiraan Departemen Keuangan menunjukkan bahwa dengan menggunakan kewenangan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan, dikombinasikan dengan tarif berdasarkan Pasal 232 dan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan, pendapatan tarif Amerika Serikat pada tahun 2026 hampir akan tetap tidak berubah,” katanya. 

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Ren Hao, dari Washington DC, Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Sociedad vs Real Oviedo: Real Sociedad Gagal Menang Lawan Juru Kunci Real Oviedo
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Profil Piche Kota, Finalis Indonesian Idol yang Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Saling Sikut di Bursa Transfer, AS Roma dan Juventus Rebutan Bek Tangguh Milik Kuda Hitam Liga Inggris Musim Panas Nanti
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil Tegaskan Mineral Kritis Tetap Wajib Hilirisasi Meski Ada Deal dengan AS, Ekspor Mentah Tetap Ditutup
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo soal Tarif Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.