DALAM rangka menjaga stabilitas pangan selama bulan Ramadan hingga Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka, Minggu (22/2).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga komoditas peternakan terpantau relatif stabil. Di Pasar Depok Jaya, telur ayam ras dijual sekitar Rp32.000 per kilogram, sementara daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar dan pasokan tersedia.
Sementara itu, di Pasar Kemiri Muka, telur ayam ras diperdagangkan pada kisaran Rp31.000 per kilogram, dan daging ayam ras berada pada kisaran Rp37.000 - Rp40.000 per kilogram. Untuk daging sapi, harga terpantau sekitar Rp140.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih stabil, sejalan dengan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.
Baca juga : Update Harga Pangan Nasional 18 Februari 2026: Cabai Rawit Merah Rp88.600
Adapun beberapa komoditas lain seperti minyak goreng “Minyakita”, bawang merah, dan cabai merah terpantau mengalami peningkatan harga, yang terus dipantau oleh pemerintah bersama instansi terkait.
Pemerintah juga mencatat pasokan ayam di tingkat pedagang cukup melimpah. Namun demikian, percepatan distribusi tetap diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menyampaikan bahwa harga komoditas peternakan di Depok masih relatif normal.
Baca juga : Harga Cabai Terpantau Tinggi di Bengkulu karena Stok Minim, Komoditas Pangan Lain Terpantau Aman
“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp37.000–Rp40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Minggu (22/2).
Ia menegaskan, meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga. Langkah ini dilakukan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali hingga Idulfitri, sesuai arahan Menteri Pertanian.
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan selama Ramadan.
“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan,” ucap Amran
Melalui sidak rutin, Kementan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung keberlanjutan usaha petani dan peternak. (H-2)





