Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Tim Bulutangkis Indonesia menjalani persiapan penuh menjelang tampil pada All England Open Badminton Championships 2026 yang akan berlangsung pada 3–8 Maret 2026 di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Turnamen ini merupakan ajang tertinggi dalam kalender Badminton World Federation (BWF) World Tour Super 1000 sekaligus salah satu kejuaraan paling prestisius dan bersejarah di dunia bulutangkis.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menegaskan persiapan dilakukan secara terukur dan menyeluruh, meliputi aspek fisik, teknis, taktik, hingga mental. Selain itu, adaptasi terhadap kondisi cuaca dan lingkungan Eropa juga menjadi perhatian utama.
“Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham," ujar Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 22 Februari 2026.
"Selanjutnya, pada 1 Maret, tim akan berpindah ke Birmingham agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan arena pertandingan,” ucap Eng Hian menambahkan.
Ia menjelaskan pemilihan Milton Keynes sebagai lokasi aklimatisasi mempertimbangkan fasilitas latihan, kenyamanan atlet, serta efektivitas persiapan menuju turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi.
“Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental,” kata Eng Hian.
Sebanyak 24 atlet Indonesia akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sejumlah nama akan menjalani debut di All England level Super 1000, antara lain Alwi Farhan, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rahmat Hidayat, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Kehadiran para debutan tersebut diharapkan memperkaya pengalaman bertanding sekaligus memperkuat fondasi prestasi jangka panjang bulutangkis Indonesia.
“Bertanding di level Super 1000 adalah ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari pertandingan besar, dan menunjukkan permainan terbaiknya,” tutur Eng Hian.
Sebagai bagian dari penyegaran tim, PP PBSI juga melakukan penyesuaian struktur kepelatihan di sektor ganda putra.
Chafidz Yusuf ditugaskan sebagai asisten pelatih ganda putra utama mendampingi Antonius, sementara Thomas Indratjaja dipercaya menjadi asisten pelatih ganda putra pratama mendampingi Andrei Adistia.
Penyesuaian ini dilakukan untuk menghadirkan suasana latihan yang lebih dinamis tanpa mengubah arah pembinaan yang telah berjalan.
Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia menargetkan setidaknya satu gelar juara pada All England 2026.
Editor: Redaksi TVRINews





