Amerika Serikat (AS) menghentikan sementara program PreCheck dan Global Entry mulai Minggu (22/2) pagi akibat shutdown parsial operasional Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS). Kebijakan ini berdampak pada layanan jalur cepat pemeriksaan keamanan bandara bagi penumpang tertentu.
Program PreCheck memungkinkan penumpang yang telah disetujui melewati jalur keamanan khusus yang lebih cepat di bandara AS. Sementara Global Entry mempercepat proses pemeriksaan bea cukai dan imigrasi bagi pelancong internasional berisiko rendah yang telah terdaftar.
Penangguhan program PreCheck dan Global Entry oleh DHS akan berlaku mulai pukul 06.00 waktu setempat, menurut laporan The Washington Post yang mengutip juru bicara lembaga tersebut.
Reuters melaporkan, shutdown parsial terjadi sejak pekan lalu setelah Partai Republik dan Demokrat gagal mencapai kesepakatan soal reformasi penegakan imigrasi. Akibatnya, lembaga tersebut kekurangan pendanaan dari Kongres.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyebut pihaknya tengah membuat keputusan sulit namun perlu terkait tenaga kerja dan sumber daya serta memprioritaskan penumpang umum di titik masuk.
“Shutdown memiliki konsekuensi nyata di dunia nyata,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, dilansir AP News.
“Administrasi Keamanan Transportasi memprioritaskan penumpang umum di bandara dan pintu masuk, serta menangguhkan pengawalan khusus dan hak istimewa tertentu,” tambahnya.
Laporan itu juga menyebut penghentian layanan ini merupakan bagian dari langkah darurat kementerian untuk mengalihkan personel setelah lebih dari sepekan Kongres gagal menyetujui tambahan anggaran.
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump juga memerintahkan Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), yang berada di bawah DHS, untuk menangguhkan pengerahan ratusan pekerja bantuan ke wilayah terdampak bencana akibat dampak penutupan tersebut.
Keputusan tersebut menuai kritik dari Demokrat di Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS. Mereka menilai pemerintahan saat ini “melemahkan program yang membuat perjalanan lebih lancar dan aman”.
Penangguhan ini diperkirakan akan berdampak langsung pada waktu tunggu di bandara-bandara utama AS.





