Keran Impor Ayam AS Dibuka, Bagaimana Nasib Peternak Lokal?

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indonesia sepakat melakukan impor ayam dari AS sebagai bagian dari implementasi kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Keran Impor Ayam AS Dibuka, Bagaimana Nasib Peternak Lokal? (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indonesia sepakat melakukan impor ayam Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari implementasi kesepakatan dagang atau Agreement on Reciprocal Trade (ART). Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut tidak akan membanjiri pasar domestik maupun merugikan peternak dalam negeri.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menekankan bahwa impor ayam dari AS dilakukan dalam bentuk live poultry untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS). Menurutnya, langkah ini justru dibutuhkan untuk menjaga produktivitas peternakan lokal.

Baca Juga:
Amerika Serikat Incar Mineral Kritis Indonesia, Menko Airlangga: Danantara Sudah Mulai Negosiasi

Ia menjelaskan, GPS merupakan indukan utama dalam rantai produksi perunggasan yang menjadi fondasi bagi pembentukan Parent Stock (PS) hingga ayam pedaging komersial. Itu lantaran Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan GPS, kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi melalui impor.

"Indonesia mengimpor produk ayam AS dalam bentuk live poultry yakni untuk kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor (dengan estimasi nilai sekitar USD17-20 juta). GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia," kata Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga:
Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi

Selain itu, Haryo menambahkan bahwa impor bagian ayam seperti leg quarters, breasts, legs, atau thighs pada dasarnya tidak dilarang, selama memenuhi persyaratan kesehatan hewan, keamanan pangan, kebutuhan tertentu, serta ketentuan teknis yang berlaku.

Untuk kebutuhan industri makanan domestik, Indonesia juga mengimpor mechanically deboned meat (MDM) sebagai bahan baku produk olahan seperti sosis, nugget, bakso, dan produk olahan lainnya. Volume impor MDM diperkirakan mencapai 120.000 hingga 150.000 ton per tahun.

Baca Juga:
Impor Jagung dari AS Dipastikan Hanya untuk Industri

Pemerintah, lanjut Haryo, tetap memprioritaskan perlindungan terhadap peternak dalam negeri dan menjaga keseimbangan pasokan serta harga ayam nasional.

"Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan peternak dalam negeri serta menjaga keseimbangan pasokan dan harga ayam nasional. Tidak ada kebijakan yang mengorbankan industri domestik," tuturnya.

Baca Juga:
Kemenko Perekonomian Luruskan Isu Impor Pakaian Bekas dari AS

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Solusi Pendidikan Berkualitas, Kemenag akan Bangun Madrasah Terintegrasi di IKN
• 18 jam laludisway.id
thumb
Apa Peran Buron Interpol Rifaldo Pontoh yang Ditangkap dalam Kasus TPPO Kamboja?
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Akhir Pekan, Sejumlah Motor Hilang di Gresik dan Surabaya
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Macet Mudik Menurun, Pemerintah Diminta Fokus Tekan Laka Sepeda Motor
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.