VIVA – Perbincangan soal kewarganegaraan kembali ramai di media sosial setelah influencer Dwi Sasetyaningtyas mengumumkan anak-anaknya kini berstatus warga negara Inggris.
Unggahan tersebut memicu polemik karena pernyataannya dinilai sebagian warganet terkesan merendahkan status warga negara Indonesia (WNI), hingga akhirnya mendapat respons dari LPDP hingga akun resmi Serie A.
Melalui unggahan pribadinya, Tyas, sapaan akrabnya, memperlihatkan dokumen resmi dari otoritas Inggris yang menyatakan anak-anaknya sah menjadi warga negara Inggris berdasarkan ketentuan kelahiran. Ia menyebut keputusan itu diambil demi masa depan anak-anaknya.
“Dunia terlihat tidak adil tapi cukup aku saja yang WNI,” tulis Tyas.
- Instagram @sasetyaningtyas
Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Status Tyas sebagai alumni program beasiswa LPDP turut menjadi sorotan, sehingga diskusi berkembang ke isu identitas dan nasionalisme.
Di tengah polemik itu, akun resmi Serie A di platform X ikut berkomentar. Liga Italia itu menyinggung salah satu pemain Timnas Indonesia yang berkarier di kompetisi tersebut.
“Jay Idzes aja bangga jadi WNI,” tulis akun X Serie A.
Menanggapi polemik tersebut, LPDP dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 21 Februari 2026, menyayangkan kegaduhan yang terjadi. LPDP menyatakan tindakan salah satu alumninya itu tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada seluruh penerima beasiswa.
LPDP juga menegaskan bahwa setiap awardee memiliki kewajiban masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Dalam kasus Tyas yang menempuh studi dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun.
Namun, LPDP memastikan yang bersangkutan telah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 serta menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, tidak ada lagi perikatan hukum antara LPDP dan Tyas.
Meski begitu, LPDP menyatakan akan tetap melakukan komunikasi agar yang bersangkutan lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sementara terkait suami Tyas, LPDP menyebut masih melakukan pendalaman internal.
Di sisi lain, Tyas telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengakui pernyataannya lahir dari kekecewaan pribadi dan menyadari dampak luas yang ditimbulkan di ruang publik.





