Bisnis.com, DENPASAR — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar melaporkan peristiwa penyerangan kantor oleh orang tidak dikenal (OTK).
Rendy Gilbery Rantung, Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Denpasar menjelaskan peristiwa penyerangan terjadi pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 19.30 Wita. Para pelaku datang secara gerombolan ke kantor BPJS Denpasar,
"Mereka melakukan pelemparan batu ke arah gedung kantor dan menempelkan dua spanduk pada area pintu kantor," jelas Rendy saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Spanduk yang dipasang bertuliskan "Save APBD, BPJS untuk rakyat". Kemudian spanduk kedua bertuliskan "Walikota Pembohong".
Para pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang melempar 4 batu ke dalam kantor BPJS Denpasar. Setelah melempar batu para pelaku meninggalkan kantor BPJS Denpasar.
Dalam aksinya, para pelaku menggunakan masker, helm sehingga dari pantauan CCTV wajahnya tidak bisa teridentifikasi. Rendy menyebut tidak ada korban dari pihak BPJS Kesehatan, pelemparan batu menyebabkan kerusakan papan logo BPJS.
Baca Juga
- Jam Layanan BPJS Kesehatan saat Ramadan 2026 Ada Penyesuaian, Simak Selengkapnya
- Update Iuran BPJS Kesehatan Februari 2026 saat Ada Dirut Baru dan Penonaktifan 11 Juta PBI
- Jenderal TNI jadi Dirut BPJS Kesehatan, Pengamat UI: Bukti Perluasan Militer di Jabatan Sipil
Rendy menjelaskan telah melaporkan peristiwa teror ini ke pihak kepolisian untuk diusut secara tuntas. "Peristiwa ini telah kami laporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini dalam proses penyelidikan lebih lanjut," kata Rendy.
Peristiwa teror di BPJS Kota Denpasar diduga buntut dari pernyataan Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang menyebut penonaktifkan BPJS PBI oleh Kementerian Sosial merupakan Instruksi Presiden (Inpres).
Setelah gaduh dan diprotes oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Walikota Denpasar kemudian mencabut pernyataannya dan minta maaf. Walaupun sudah meminta maaf, sejumlah pihak yang melaporkan Walikota Denpasar ke Polisi.





