Usmad Hamid soal Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas: Bukti Kultur Kekerasan di Tubuh Kepolisian

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid angkat bicara terkait meninggalnya AT (14) yang diduga akibat dianiaya oleh anggota Brimob berinisial Bripka MS.

Menurut dia, hal ini karena lemahnya penindakan pada kasus-kasus kekerasan aparat sebelumnya membuat efek jera tidak pernah tercipta.

Advertisement

BACA JUGA: Detik-detik Anggota Brimob di Maluku Aniaya Pelajar MTs Pakai Helm hingga Tewas

"Karena peristiwa sebelumnya (penganiayaan oleh anggota Polri) tidak pernah diselesaikan dengan penghukuman. Akibatnya tidak ada efek jera," kata Usman saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (22/2/2026).

Menurut dia, ada sebuah kultur dalam kepolisian yang menampilkan bahwa menggunakan kekerasan adalah hal lumrah dan tidak masalah untuk dilakukan, termasuk kepada anak-anak atau pelajar.

"Ada semacam kultur sistemik di dalam kepolisian bahwa melakukan kekerasan, menggunakan kekuatan itu tidak masalah, bahkan terhadap anak, bahkan dalam menyelesaikan masalah yang sepele misalnya seperti di Tual," ungkap Usman.

"Kenapa saya katakan sepele? Untuk apa menghentikan seorang anak dengan memukul pakai helm baja? Bukankah anggota Brimob memiliki pengetahuan bahwa helmnya itu bukan helm sembarangan," sambungnya.

Harusnya, kata Usman, anggota Brimob itu sadar apabila memukul dengan helm baja tersebut dapat mengakibatkan luka-luka, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Dia juga menyebut, budaya militerisme dalam kepolisian harus ditinggalkan.

"Kepolisian itu kan fungsinya, tugasnya, kewajibannya adalah melayani dan melindungi gitu, to serve and to protect. Kalau di dalam undang-undang nasional Indonesia melayani, melindungi, mengayomi gitu. Mengayomi itu kan artinya kita memberi semacam bimbingan, ketenangan kepada masyarakat," kata Usman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Dapat Jaminan Menit Bermain di Ajax Amsterdam hingga Akhir Musim Ini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Fariz RM Sudah Bebas Setelah Jalani Masa Tahanan 10 Bulan
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Korsleting Listrik Picu Ledakan Kembang Api di Rumah Warga Sleman, 2 Sepeda Motor Hangus
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Satpol PP Jakarta Utara Sita 637 Botol Miras dalam Operasi Awal Ramadhan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2026, Minggu 22 Februari: Ada Perubahan Jam di Buriram, Marquez Bersaudara Siap Lanjutkan Dominasi
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.