Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan kasus dugaan penganiayaan anggota Brimob hingga korban meninggal di Tual wajib jadi pelajaran.
  • Peristiwa tragis terjadi saat patroli Brimob merespons laporan warga di Tual pada Kamis dini hari, 19 Februari 2026.
  • Muzani yakin Mabes Polri akan menangani kasus penganiayaan anggota Brimob tersebut secara profesional dan objektif.

Suara.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani mengingatkan agar kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob berinisial Bripda MS terhadap anak di bawah umur hingga meninggal dunia di Tual menjadi pelajaran penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurut Muzani, peristiwa semacam ini kerap muncul dalam sejumlah penanganan hukum. Meski demikian, ia mengaku belum mengikuti perkembangan kasus tersebut secara rinci.

"Itu harus menjadi pelajaran dan saya kira kami percaya bahwa aparat kepolisian dalam hal ini Mabes Polri ataupun Polda akan menangani secara profesional," kata Muzani dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan keyakinannya bahwa Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia akan melihat fakta di lapangan secara tegas dan objektif. Selain itu, Muzani menilai harapan masyarakat terhadap Polri harus benar-benar diperhatikan.

Menurutnya, pimpinan Polri akan mendengar serta mempelajari berbagai pandangan publik demi mengambil keputusan yang tepat bagi kepentingan masyarakat dan penegakan hukum.

"Sabarlah sebentar karena pasti kepolisian dalam hal ini Kapolri dan jajarannya memperhatikan dengan sungguh-sungguh apa yang semua terjadi di lapangan," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan kronologi yang disampaikan kepolisian, peristiwa bermula saat patroli Brimob melaksanakan kegiatan cipta kondisi menggunakan kendaraan taktis di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Patroli yang awalnya berada di Kompleks Mangga Dua, Langgur, hingga sekitar pukul 02.00 WIT kemudian bergeser ke Desa Fiditan, Kota Tual, setelah menerima laporan warga terkait dugaan pemukulan di sekitar area Tete Pancing.

Saat tiba di lokasi, tersangka bersama sejumlah anggota turun dari kendaraan dan melakukan pengamanan. Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Ngadi menuju Tete Pancing. Tersangka disebut mengayunkan helm taktikal sebagai isyarat, namun helm tersebut mengenai pelipis kanan korban AT (14) hingga korban terjatuh dari sepeda motor dalam posisi telungkup.

Baca Juga: Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Risiko Tarif Trump Bakal Meningkat Lagi di 2027, Ini Alasannya
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menlu Negara Muslim Dunia Kecam Dubes AS soal Hak Israel Kuasai Timur Tengah
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenag Komitmen Cetak Guru Profesional dan Sejahtera Lewat PPG
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Begini Cara Priyanka Chopra dan Nick Jonas Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.