Menjalani ibadah puasa di tanah rantau selalu menghadirkan cerita tersendiri. Di Cardiff, ibu kota Wales, nuansa Ramadan terasa istimewa berkat perpaduan budaya yang kaya. Berdasarkan sensus 2021, kota multikultural ini dihuni oleh sekitar 33 ribu penduduk muslim, atau 9,3 persen dari total populasi.
Untuk meramaikan suasana ngabuburit, mahasiswa Indonesia di Cardiff sering menghabiskan waktu di Cardiff Market. Pasar bergaya Victoria yang dibangun pada 1831 di lahan bekas penjara ini kini menjelma menjadi pusat niaga jantung kota yang menjajakan ragam kuliner lintas budaya, mulai dari hidangan Timur Tengah, Mediterania, Eropa, hingga Asia.
Antre Welsh Cake untuk Berbuka
Salah satu kudapan yang paling diburu untuk berbuka puasa di sini adalah kue tradisional kebanggaan warga Wales, yakni Welsh Cake. Di toko kue Bakestone, para pengunjung bahkan rela antre panjang demi mendapatkan camilan ini.
Kue berbahan baku tepung terigu, telur, gula pasir, margarin, dan kismis ini menawarkan perpaduan rasa yang unik. Aroma mentega yang harum berpadu dengan manisnya kismis, serta teksturnya yang padat namun luruh saat digigit, membuat satu gigitan saja tak pernah cukup.
Buka Puasa Lintas Budaya
Keseruan Ramadan di Cardiff tidak berhenti di pasar. Menjelang azan magrib, para mahasiswa muslim dari berbagai negara berkumpul sembari membuat kartu ucapan Ramadan.
Momen buka puasa bersama ini menjadi ajang pertukaran budaya kuliner. Salah seorang mahasiswa asal Pakistan memperkenalkan minuman khas negaranya bernama Rooh Afza, yakni sirop mawar segar yang diracik dengan susu dingin.
Selain minuman manis, ada pula camilan gurih berupa samosa khas Pakistan yang ternyata sangat familier di lidah mahasiswa Indonesia.
"Aku lagi cobain samosa, dan pas aku rasain ternyata rasanya mirip banget sama yang pernah aku makan di Medan. Kalau di Medan sih namanya pastel," ujar Syifa, salah satu mahasiswa asal Indonesia di Cardiff.
Perbedaan latar belakang tak menghalangi kehangatan Ramadan. Di Cardiff, sepotong Welsh Cake dan gurihnya samosa berhasil menyatukan para mahasiswa muslim di tanah rantau.




