Ini Bukan Sekadar Permainan, Ini Board Game

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

 

Board game atau permainan papan bukan sekadar hiburan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan yang spesifik. Untuk pembelajaran, parenting, juga mengisi waktu luang. Ajang Surabaya Board Game Market (Subogama) yang diselenggarakan oleh Kelompok Papan Dolanan Arek Suroboyo di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/2/2026), menghadirkan banyak pengembang yang menawarkan beragam permainan papan edukatif.

Suasana penuh gelak tawa mewarnai kegiatan yang menghadirkan puluhan penggemar permainan papan. Mereka tampak asyik untuk saling mengalahkan melalui pertemuan fisik tanpa dihalangi oleh layar telepon seluler. Mereka yang sebelumnya tidak pernah kenal akhirnya menjadi akrab karena banyak permainan dilakukan dengan berkelompok. Tanpa disadari,  hubungan sosial baru pun tercipta dalam sebuah permainan papan di waktu yang singkat.

Di stan Table Toys, pengunjung dipersilakan menjajal beragam permainan papan, salah satunya Waroong Wars, yang dirilis pertama kali pada Oktober 2015. Permainan ini bercerita tentang keberagaman makanan khas di Surabaya dan bisa dimainkan hingga lima orang.

Waroong Wars membawa pemain ke dalam peran sebagai pemilik usaha kuliner tradisional Surabaya, berlomba untuk memuaskan permintaan pelanggan dengan menu khas seperti nasi rawon, nasi campur, dan soto daging. Selain strategi bisnis, permainan ini juga menonjolkan elemen kolaborasi. Konsumen dapat membantu pemain memenangi persaingan. Board game ini merupakan pemenang pertama kompetisi permainan papan nasional yang diadakan oleh Kompas Gramedia dan telah menjadi produk Wonderful Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pengembang Waroong Wars sekaligus penggagas Papan Dolanan Arek Suroboyo, Adhicipta Wirawan, mengatakan, perkembangan dunia permainan papan ini cukup baik. ”Saat ini  pengurangan screen time pada anak menjadi isu besar. Namun, perlu juga pengalihan, jika tidak memegang HP lantas apa? Nah, board game menjadi salah satu alternatif. Human to human dan keluarga ke keluarga. Jadi, bisa menguatkan bonding juga,” tutur Adhicipta.

Adhicipta juga cukup optimistis karena di Surabaya peminatnya cukup besar dan hadir pula beberapa tempat persewaan board game yang memberi kemudahan banyak orang untuk menjajal beragam permainan.

Salah satu penggemar permainan papan, Raymond Agung Susilo, sudah meminati permainan papan sejak 2019. ”Board game itu banyak manfaatnya. Melatih pikiran. Kemampuan berpikir abstrak juga meningkat. Karena di permainan kita harus bermain strategi gimana caranya menang,” ujar Raymond.

Dari kesukaan tersebut, akhirnya Raymond memberanikan diri untuk menjadi pengembang. Dalam kegiatan Subogama ini, dirinya menguji coba permainan yang ia beri judul Welcome to the Cabal’s New World!. ”Saya mendapat masukan dari banyak penggemar, salah satunya permainan yang sedang saya kembangkan ini terlalu cepat selesai,” katanya.

Di tengah dunia permainan modern yang semakin individualistis dan banyak berkembang di dunia maya, perlu juga mencoba permainan-permainan yang menghadirkan pertemuan fisik dan membuat orang asing menjadi akrab serta membuat yang akrab menjadi lebih tidak berjarak. Board game bisa menjadi salah satu pilihannya….


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Habiburokhman: Kami Kawal Sampai Sidang
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
BNPB: Progres Pembangunan Jembatan Gantung Lhok Sanding Capai 65%
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Sehari Usai Hilang, Santriwati Depok Terlihat di Cilodong Kondisi Pucat
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Status Awas Banjir di Tangerang, Warga Dimintai Pantau Ketinggian Air
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Dewa United Tundukkan Borneo FC 2-1 di Tangerang
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.