JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap hari, sekitar 2.000 orang menunggu Transjakarta rute B41 di Komsen Jatiasih, Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi.
Namun hingga kini, tidak ada halte di titik tersebut.
Antrean mengular di tepi jalan besar. Puluhan penumpang berdiri di depan ruko kosong beratap seng yang kotor dan dipenuhi sampah.
Baca juga: Titik Antrean Transjakarta Komsen Jatiasih Akan Dipindahkan
Di depannya, terdapat kandang ayam. Bangunan seadanya itu dipakai untuk berteduh dari panas dan hujan.
Antre di pinggir jalan
Salah satu penumpang, Bobby (53), menilai kondisi ini tidak sejalan dengan ajakan pemerintah untuk beralih ke transportasi umum.
"Masyarakat ini kan sebenarnya udah mulai beralih ke transportasi umum, seharusnya disediakan juga fasilitas penunjangnya. Agar kami nyaman menunggunya," ujar Bobby saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (19/2/2026).
Ia juga menyoroti aspek keselamatan karena titik tunggu berada di tepi jalan raya.
"Ini kan di pinggir jalan besar ya, takutnya ada apa-apa. Kalau bisa mah diperhatikan penumpangnya. Apalagi kalau cuaca hujan kayak gini, sangat menyulitkan," katanya.
Baca juga: Asa Penumpang Transjakarta di Jatiasih: Dari Kandang Ayam ke Halte Resmi
Keluhan serupa disampaikan Gita (25) yang sudah lima bulan menggunakan B41 untuk bekerja ke Jakarta.
"Yang paling buat susah pengguna itu misalnya lagi hujan kayak gini. Apalagi tempat berteduh yang ada juga terbatas," ujar Gita.
Ia berharap jumlah armada ditambah, terutama saat jam sibuk sore.
"Kalau boleh saran, minta tolong diperbanyakin buat B41-nya di Bekasi. Karena ketika rush hour itu padat kan, penggunanya banyak," ucapnya.
Gita juga berharap halte nantinya memiliki kursi untuk lansia dan ibu hamil, toilet, serta tempat pengisian daya gawai.
"Dan haltenya diperbesar karena pengguna halte di sini banyak," katanya.
2.000 penumpang per hari
Petugas Pramusapa Bus Transjakarta di lokasi, Eko Tri Prasetyo, menyebut jumlah penumpang dari Komsen Jatiasih mencapai sekitar 2.000 orang per hari.