Harga minyak mentah dunia terpantau ditutup beragam pada penutupan perdagangan Jumat (20/2). Harga minyak Brent naik pada penutupan karena investor khawatir tentang tindakan militer Amerika Serikat (AS) seiring Presiden Donald Trump yang mendesak Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
Dikutip dari Reuters, Senin (23/2) harga minyak mentah Brent berjangka ditutup USD 71,76 per barel, naik 10 sen atau 0,14 persen. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup USD 66,39 per barel, turun 4 sen atau 0,06 persen.
Trump sebelumnya sudah mengatakan bahwa ada hal-hal buruk yang akan terjadi pada Iran jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri pengembangan senjata nuklir.
Meski terpengaruh oleh situasi AS-Iran, analis senior di Price Futures Group, Phil Flynn, menjelaskan pasar minyak tidak terpengaruh oleh keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan penggunaan undang-undang oleh Trump untuk mengenakan tarif global dalam keadaan darurat nasional sebagai tindakan yang tidak konstitusional.
"Keputusan tarif tampaknya tidak terlalu mempengaruhi kami. Saya rasa ada anggapan bahwa tarif akan diterapkan dengan cara lain,” kata Phill.
Selama sepekan, harga minyak mentah baik Brent maupun WTI sama-sama naik lebih dari 5 persen.
CPODikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Maret mengalami penurunan 0,73 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.063 per ton.
Batu BaraSementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle juga mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak Maret turun 0,90 persen ke level USD 120,45 per ton.
NikelSementara itu harga nikel justru mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 0,36 persen ke level USD 17.350 per ton.
TimahHarga timah juga naik hingga 2,01 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 46.559 per ton.





