DEPARTEMEN Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan darurat yang mendesak warga negaranya di beberapa wilayah Meksiko untuk segera mencari tempat berlindung. Peringatan ini muncul setelah gelombang kekerasan dahsyat pecah menyusul tewasnya gembong narkoba paling dicari, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, dalam operasi militer pada Minggu.
Pemerintah AS meminta warga Amerika yang berada di area terdampak untuk "mencari tempat berlindung dan tetap berada di kediaman atau hotel" hingga pemberitahuan lebih lanjut. Situasi keamanan memburuk setelah anggota kartel melakukan aksi balasan dengan membakar bus, menutup jalan, dan menyerang fasilitas publik di negara bagian Jalisco, Michoacán, hingga Guanajuato.
Operasi Militer yang MematikanEl Mencho, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), tewas setelah pasukan federal melakukan penyergapan di kota Tapalpa, Jalisco. Dalam baku tembak tersebut, empat anggota geng tewas di lokasi. El Mencho dan dua orang lainnya sempat terluka parah namun dinyatakan meninggal saat dievakuasi menggunakan pesawat menuju Mexico City.
Baca juga : Maskapai AS dan Kanada Batalkan Penerbangan ke Meksiko Pasca El Mencho Tewas
Kematian mantan perwira polisi ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum, terutama di tengah tekanan dari administrasi Donald Trump untuk menunjukkan hasil nyata dalam pemberantasan narkoba.
Mengenai kerja sama intelijen, seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi peran satuan tugas antar-lembaga mereka dalam operasi ini. Namun, ia menegaskan keberhasilan penuh tetap milik militer Meksiko.
“Bagaimanapun, saya ingin menekankan bahwa ini adalah operasi (militer Meksiko), jadi keberhasilan adalah milik mereka,” ujar pejabat tersebut.
Baca juga : Sosok El Mencho, Gembong Kartel Paling Kejam di Meksiko yang Tewas dalam Baku Tembak
Kekacauan Meluas di Pusat PariwisataAksi balasan kartel menyebabkan kepulan asap hitam menyelimuti Puerto Vallarta, kota resor yang populer bagi turis Amerika. Akibatnya, maskapai American Airlines dan Air Canada sempat menangguhkan penerbangan, membuat banyak turis terdampar sebelum bandara akhirnya beroperasi normal kembali pada Minggu sore.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, melaporkan kekerasan telah menyebar ke sedikitnya lima negara bagian. Ia meminta penduduk tetap di dalam rumah dan menghentikan layanan transportasi umum hingga situasi terkendali.
Pengalaman mencekam dialami Carlos Navarro, 54, warga berkewarganegaraan ganda AS-Meksiko yang terjebak di Guadalajara saat kerusuhan terjadi.
“Anda mendengarnya di berita, namun sangat berbeda ketika mengalaminya langsung. Ini sangat sulit karena membuat Anda sangat sedih. Membuat Anda sangat sedih karena saya mencintai negara saya,” tuturnya kepada CNN.
Tekanan Politik dari WashingtonTewasnya El Mencho terjadi saat Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan dengan ancaman intervensi militer dan kenaikan tarif impor jika Meksiko gagal membendung arus narkoba. Deputi Sekretaris Negara AS, Christopher Landau, menyebut kematian El Mencho sebagai "perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia," meski ia mengaku prihatin melihat kekacauan yang terjadi.
Presiden Claudia Sheinbaum sendiri menyatakan bahwa pemerintah negara bagian tengah bekerja dalam koordinasi penuh untuk mengatasi kekacauan ini.
“Kami bekerja setiap hari demi perdamaian, keamanan, keadilan, dan kesejahteraan Meksiko,” tegas Sheinbaum. (CNN/Z-2)





