Dana Desa Dipangkas 58 Persen Buat Kopdes Merah Putih, Apdesi Wanti-wanti Pembangunan Terancam Mandek

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengalokasikan 58,03 persen atau sebesar Rp34,57 triliun dari total Dana Desa Tahun Anggaran 2026 untuk program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Merespins hal tersebut Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi mengharapkan adanya penambahan alokasi Dana Desa di masa mendatang. Hal itu guna memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan di tengah kebijakan pemotongan anggaran untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Baca Juga :
Imbau Presiden Batalkan Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Saleh Husin: Bisa Bunuh Industri otomotif
DPR: Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih Kontras dengan Komitmen Prabowo

Ketua Karteker DPD Apdesi Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik di Serang, menyatakan bahwa penambahan alokasi tersebut menjadi solusi agar pemerintah desa tetap memiliki anggaran yang memadai untuk membenahi persoalan infrastruktur dasar di wilayah masing-masing.

"Pembangunan jalan desa, jembatan gantung, drainase, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni saat ini terancam tertunda karena sebagian besar dana terserap untuk program koperasi," ujar Rafik dikutip Senin, 23 Februari 2026.

Rafik menjelaskan, desa yang rata-rata menerima Rp1 miliar per tahun kini hanya menyisakan sekitar Rp300 juta untuk biaya operasional setelah terpotong lebih dari 60 persen. Dengan skema cicilan pembangunan koperasi yang diprediksi berlangsung selama enam tahun.

Ia mengkhawatirkan dampaknya terhadap kemandekan pembangunan fisik desa dalam jangka panjang. "Kami berharap ada penyesuaian anggaran agar aspirasi masyarakat terkait infrastruktur tetap bisa diakomodasi. Saat ini pembangunan desa akan terdampak selama masa cicilan tersebut berjalan," tambahnya.

Sejauh ini, pihak Apdesi Banten terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan kendala teknis dan aspirasi dari tingkat desa. Menurut Rafik, pusat tetap membuka ruang diskusi untuk mengevaluasi dampak kebijakan tersebut di lapangan. (Ant)

Baca Juga :
Rachmat Gobel: Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih Tak Sejalan Upaya Penguatan Industri Nasional
DPR Soroti Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih: Kapasitas Produksi Nasional Memadai
Abdul Mu'ti Sebut Anggaran Pendidikan 2026 Ditambah Prabowo, Tak Dipotong Buat MBG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Harga Emas Senin 23 Februari 2026: Tren Positif, Berpeluang Menguat Tipis
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Setahun Appi-Aliyah, Makassar Catat Lompatan Kesejahteraan: Kemiskinan Turun, IPM Naik
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Bulog Sultra Pastikan Penyaluran Beras SPHP Tetap Berjalan Selama Ramadan
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Luhut Optimistis Penandatanganan Perdagangan Resiprokal RI-AS Punya Nilai Strategis
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Aswan di Mesir Catat Lonjakan Wisatawan Musim Dingin, Tur Sungai Nil Jadi Daya Tarik Utama
• 53 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.