Uni Eropa Berencana Tangguhkan Ratifikasi Kesepakatan Dagang dengan AS

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Parlemen Eropa mempertimbangkan pembekuan proses ratifikasi perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat (AS).

Uni Eropa Berencana Tangguhkan Ratifikasi Kesepakatan Dagang dengan AS. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Parlemen Eropa mempertimbangkan pembekuan proses ratifikasi perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (23/2/2026), Parlemen Eropa ingin menerima informasi rinci dari pemerintah AS mengenai kebijakan perdagangan terbarunya. 

Baca Juga:
Ini Penjelasan Airlangga Soal Nasib Kesepakatan Dagang usai Putusan MA AS

Pekan lalu, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal yang menjadi fokus utama perjanjian dagang antara Brussel dan Washington. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif global baru hingga 15 persen.

Menurut Ketua Komite Perdagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, pihaknya akan menggelar rapat darurat pada Senin untuk membahas masalah tersebut.

Baca Juga:
Intip Momen Prabowo dan Trump Teken Kesepakatan Dagang Tarif Resiprokal 19 Persen

“Kekacauan bea cukai murni dari pihak pemerintah AS,” kata Lange di media sosial pada Minggu. 

“Tidak ada yang bisa memahaminya. Hanya ada pertanyaan yang tidak terjawab dan ketidakpastian yang semakin meningkat bagi Uni Eropa dan mitra dagang AS lainnya," katanya.

Baca Juga:
India Tunda Kesepakatan Dagang usai MA AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump

Parlemen Eropa pernah membekukan proses ratifikasi ini, dipicu upaya Trump mencaplok Greenland dari Denmark.

Kesepakatan yang dicapai musim panas lalu itu akan memberlakukan tarif 15 persen pada sebagian besar ekspor Uni Eropa ke AS, serta menghapus tarif pada barang-barang AS yang masuk ke blok tersebut. AS juga akan tetap memberlakukan tarif 50 persen pada impor baja dan aluminium Eropa. 

Blok tersebut menyetujui kesepakatan yang timpang ini dengan harapan menghindari perang dagang besar-besaran dengan Washington dan mempertahankan dukungan keamanan AS, khususnya terkait Ukraina. 

Parlemen Eropa sebelumnya menargetkan untuk meratifikasi perjanjian tersebut pada Maret 2026. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polresta Samarinda Gagalkan Peredaran 10 Ton Cap Tikus, 12 Orang Diamankan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Gugatannya Ditolak, Tesla Tetap Harus Bayar Rp4 Triliun Terkait Kecelakaan Mobil Autopilot di Florida
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Matrix Memperkenalkan KATSEYE sebagai Global Ambassador Baru
• 8 menit lalubeautynesia.id
thumb
Stok Minyak Goreng Dipastikan Aman Selama Ramadhan, PalmCo Genjot Produksi
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Transjakarta Koridor 13 Terlambat Imbas Macet di Puri Beta 2 dan Kolong JORR
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.