Harga memori jenis DRAM meroket, melonjak lebih dari 600% selama satu tahun terakhir. Bukan cuma RAM dan SSD jenis NAND saja, harga router dan Set-top Box (STB) juga diprediksi bakal ikut naik untuk segmen consumer.
Analisis Memory Price Tracker milik Counterpoint Research, kenaikan harga ini akan berlanjut setidaknya hingga Juni 2026. Ada kemungkinan harga mencapai puncaknya pada paruh pertama tahun 2026.
Produk konsumen lain seperti router, gateway, dan set-top box paling terpengaruh, berdasarkan tren bulanan sejak tahun lalu. Selama sembilan bulan terakhir, harga memori smartphone melonjak 3 kali lipat, tetapi harga produk broadband berbasis "memori konsumen" melonjak hampir 7 kali lipat.
Hal ini membunyikan alarm bagi perusahaan telekomunikasi yang menargetkan peluncuran broadband agresif jenis fiber atau fixed wireless access (layanan internet rumah/bisnis berkecepatan tinggi yang menggunakan sinyal radio (nirkabel) dari BTS, bukan kabel fisik untuk tahun 2026.
"Penting bagi perusahaan telekomunikasi untuk memantau dinamika harga ini dengan cermat, mengidentifikasi OEM mana yang telah mengamankan pasokan yang cukup, dan melacak biaya BOM dan tren harga yang diperbarui," tulis Counterpoint.
Lembaga riset Counterpoint juga memprediksi pengiriman smartphone dunia pada 2026 akan menyusut 2,1 persen, dengan harga HP (handphone) melonjak hingga 6,9 persen. Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya komponen perakitan (bill of materials/BOM) perangkat. Saat ini, biaya komponen ponsel kelas bawah sudah naik sekitar 25 persen dibanding awal tahun.
HP kelas menengah mencatat kenaikan biaya BOM sekitar 15 persen, sedangkan smartphone flagship naik sekitar 10 persen. Jika prediksi hingga kuartal kedua 2026 terjadi, biaya tersebut berpotensi bertambah lagi 8 sampai 15 persen.





