Kawanan gajah liar mengamuk dan merusak mess PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kawanan gajah berjumlah 11 ekor itu mengamuk setelah anaknya kejeblos masuk septic tank.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/2) dini hari. Sejumlah saksi awalnya mendengar suara gajah datang dari arah anak Sungai Perapakan yang berada di belakang mess PT Arara Abadi.
"Awalnya pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 22.00 WIB, dari arah anak Sungai Perapakan yang berada di belakang Mess PT Arara Abadi telah terdengar suara dan terlihat sebanyak 11 ekor kawanan gajah Sumatera liar masuk dan melintas ke pekarangan belakang mess, namun berhasil dihalau ke dalam hutan konservasi oleh sekuriti PT Arara Abadi," jelas Sepuh dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Pada Minggu (22/2) sekitar pukul 05.00 WIB, kawanan gajah tersebut kembali masuk ke pekarangan belakang mess karyawan. Salah satu gajah menginjak beton septic tank hingga terperosok.
"Diduga lubang septic tank tersebut menyebabkan satu ekor anak gajah yang masih berumur satu minggu terperosok ke dalam septic tank dan tidak dapat keluar," jelasnya.
Insiden ini mengakibatkan kawanan gajah tersebut mengamuk. Mereka merusak bangunan mess dan motor yang ada di lokasi.
"Sehingga menyebabkan kawanan gajah kemudian mengamuk dan menyebabkan kerusakan terhadap mess dan sepeda motor," imbuhnya.
Di hari yang sama sekitar pukul 09.30 WIB, kawanan gajah tersebut akhirnya meninggalkan lokasi dan menuju ke dalam hutan konservasi. Pihak sekuriti PT Arara Abadi kemudian mengecek lokasi.
"Setelah dilakukan pengecekan didapati kerusakan mess dan ditemukan 1 (ekor) anak gajah terjebak di dalam septic tank dalam keadaan masih hidup," ujarnya.
Gajah DievakuasiPada pukul 11.30 WIB, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau datang ke lokasi dan melakukan evakuasi. Anak gajah tersebut diangkat ke permukaan dengan menggunakan tali.
"Setelah berhasil dikeluarkan, anak gajah tersebut disiram air untuk membersihkannya dari lumpur dan selanjutnya digiring ke arah hutan konservasi dimana kawanan gajah lainnya masih berada di sana," katanya.
Pascakejadian tersebut, pihak kepolisian mengambil langkah mitigasi mengantisipasi kemungkinan gajah liar tersebut masuk kembali. Kapolres Siak juga mengimbau manajemen membuat early warning system guna meminimalisir konflik dengan satwa liar yang dilindungi seperti gajah Sumatera, serta tidak melakukan tindakan provokatif dan kontra produktif terhadap kelestarian gajah Sumatera.
(mea/dhn)





