BEKASI, KOMPAS.com – Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi macet pada Senin (23/2/2026).
Kepadatan arus lalu lintas dipicu oleh pekerjaan perbaikan jalan yang tengah berlangsung di ruas tersebut.
Pekerjaan tersebut dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Sejak pagi hingga siang hari, sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil tertahan dan tidak dapat melaju lancar ke arah Stasiun Cakung, Jakarta Timur, akibat pembatasan lajur.
Baca juga: Jalan Raya Caringin Bekasi Berlubang, Pengendara Khawatir Kecelakaan
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @infobekasi, antrean kendaraan terlihat mengular ratusan meter dari titik pekerjaan, baik ke arah timur maupun barat.
Kepadatan semakin parah karena sebagian badan jalan ditutup sementara untuk proses peningkatan jalan.
Dalam narasi video, sejumlah pengendara mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti antrean panjang akibat rekayasa arus yang diberlakukan.
Namun, sebagian kendaraan memilih mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Syafruddin, mengatakan kemacetan tidak dapat dihindari akibat penyempitan lajur selama proses pengerjaan.
“Saat ini sedang ada pekerjaan peningkatan jalan pada ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai. Ini menyebabkan sebagian lajur ditutup sementara,” ujar Syafruddin saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.
Baca juga: Sopir Transjakarta yang Adu Banteng di Jalur Langit Ngaku Tidur Saat Mengemudi
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan melalui pengecoran pada bagian jalan yang rusak guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus mengurangi potensi kerusakan yang selama ini dikeluhkan warga.
Menurut Syafruddin, Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan wilayah Bekasi dengan Jakarta, sehingga setiap gangguan di ruas tersebut berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas.
Ia menambahkan, Dishub telah menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
"Kami sudah support dari bidang pengendalian operasional di mana personel Dishub melakukan pengamanan di lokasi perbaikan," kata Syafruddin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




