JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly mengingatkan para awardee atau penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bahwa program yang mereka rasakan berasal dari uang rakyat.
Hal tersebut diingatkannya untuk menanggapi viralnya konten penerima beasiswa LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas terkait "cukup saya WNI, anak jangan" di media sosial.
"LPDP itu mandat negara. Setiap rupiah yang diberikan adalah uang rakyat. Maka penerimanya bukan hanya dituntut berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan dan orientasi pengabdian yang jelas," tegas Andi dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Teguran Keras dari LPDP hingga Wamen Stella buat Awardee yang Bangga Anak Jadi WN Inggris
Ia mendesak pemerintah dan LPDP untuk mengevaluasis erta memperketat proses seleksi penerima beasiswa.
Menurutnya, kasus tersebut telah menyentuh aspek moral publik karena beasiswa LPDP dibiayai APBN dan dana abadi pendidikan.
Negara harus memastikan bahwa investasi pendidikan kepada warganya benar-benar kembali untuk kemajuan Indonesia.
"Kalau ada penerima beasiswa yang lebih menonjolkan simbol kewarganegaraan negara lain dan justru tampak bangga dengan itu, publik wajar bertanya, ke mana arah loyalitas dan kontribusinya? Ini bukan soal anti-global atau membatasi hak pribadi, tetapi soal etika ketika seseorang menerima dana publik," tegas Andi.
Baca juga: Stella Christie Sentil Penerima LPDP Viral Cukup Saya WNI: Beasiswa Amanah, Bukan Fasilitas
Ia menjelaskan, ihwal kewarganegaraan seorang anak merupakan hak yang diatur hukum dan ranah pribadi.
Namun, ia mengingatkan bahwa para penerima beasiswa LPDP tetap membawa identitas sebagai representasi negara.
"Tidak ada yang melarang seseorang menjadi warga global, tapi ketika dibiayai negara, ada tanggung jawab moral yang melekat. Jangan sampai publik merasa dana pendidikan justru tidak kembali manfaatnya ke bangsa sendiri," ujar Andi.
Baca juga: Kisruh Penerima LPDP, Wamen Stella: Beasiswa Negara adalah Utang Budi
Konten Viral Dwi SasetyaningtyasSebelumnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus Dwi Sasetyaningtyas yang ramai menuai kontroversi.
Dwi Sasetyaningtyas, yang merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) sempat viral di berbagai media sosial karena postingannya.
Kronologi ini cukup panjang, karena awalnya netizen hanya fokus pada konten Dwi yang dianggap cukup merendahkan negara yang sudah membiayai dirinya kuliah.
Baca juga: Gaduh Beasiswa LPDP, Anggota DPR: Jangan Sampai Hanya Dinikmati Kelompok Tertentu
Masalah semakin membesar, ketika banyak netizen mengulik kehidupan pribadi awardee LPDP ini termasuk dugaan suaminya yang belum menuntaskan kewajiban sebagai penerima LPDP.
Kasus ini bermula dari Dwi yang membagikan satu konten di Instagram dan Threads miliknya. Isinya mengenai anak keduanya yang resmi jadi WNA Inggris/British Citizen.





