Defisit APBN 2025 Capai 2,93 Persen, Purbaya Sebut RI Lebih Disiplin dari Vietnam-Malaysia

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit hingga 2,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

APBN 2025 mengalami defisit hingga 2,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra Setiawan)

IDXChannel - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit hingga 2,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati ambang batas maksimal yang ditetapkan sebesar 3 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pengelolaan fiskal Indonesia jauh lebih disiplin dibandingkan negara-negara tetangga. Dia mencontohkan Vietnam yang defisit fiskalnya mencapai 3,6 persen terhadap PDB.

Baca Juga:
Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi, Purbaya: Sekarang Tak Ada Niat Revisi Defisit APBN 3 Persen

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit fiskal RI menjadi yang terendah di antara negara-negara ASEAN. Thailand misalnya, defisit fiskalnya mencapai 5,57 persen, Malaysia 6,41 persen, dan Vietnam 3,6 persen.

Menurut Purbaya, defisit APBN yang terjaga di bawah 3 persen dengan pertumbuhan ekonomi 5,11 persen merupakan capaian yang baik.

Baca Juga:
APBN Defisit Rp54,6 Triliun per Januari 2026

"Capaian ini semakin bermakna karena kita bisa menjaga rasio utang dan defisit pada level yang aman dan terkendali dibandingkan dengan negara peers kita," kata Purbaya, Senin (23/2/2026).

Malaysia dan Vietnam diakuinya memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi daripada Indonesia. Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,17 persen, sedangkan Vietnam menembus 8,02 persen dengan dorongan fiskal lebih besar.

Dia mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan defisit lebih kecil terjadi di tengah kondisi eksternal yang menantang. Selain isu tarif resiprokal AS, tantangan juga datang dari melambatnya pertumbuhan ekonomi China akibat lemahnya konsumsi domestik di negara tersebut.

Ketua LPS periode 2020-2025 itu menambahkan, pemerintah akan terus memantau risiko global ini untuk memastikan momentum pertumbuhan domestik yang tetap terjaga di tahun 2026. Dia menegaskan, strategi yang ditempuh adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi sambil memastikan bahwa prinsip kehati-hatian fiskal dengan standar internasional tetap terjaga.

(Rahmat Fiansyah/Eugenia Siregar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Tangerang Selatan Hari Ini 23 Februari 2026
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Imlek Festival 2026 digelar di Lapangan Banteng Jakarta Pusat
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menanti Sidang Etik Oknum Anggota Brimob Penganiaya Pelajar hingga Tewas di Tual
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Baznas Komitmen Beri Bantuan Kemanusiaan ke Sudan
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.