Awas! Kartu SIM Bisa Jadi Titik Lemah Keamanan Negara

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Badan Intelijen Rusia melaporkan bahwa angkatan bersenjata dan lembaga mata-mata Ukraina mampu dengan cepat memperoleh informasi yang dibagikan melalui platform pesan instan Telegram dan menggunakannya untuk menyerang Moskow lewat serangan militer.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis FSB, seperti dikutip dari Russia Today, Senin, 23 Februari 2026, analisa mereka menunjukkan bahwa informasi yang diposting di Telegram dapat diakses dan diproses oleh pasukan Ukraina "dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," sehingga memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi posisi, pergerakan, dan detail operasi militer lainnya.

Baca Juga :
Rahasia Grup WhatsApp Makin Rapi, Kini bisa Bagikan Riwayat Chat ke Anggota Baru
Menlu Lavrov soal Hubungan Rusia-AS: Pragmatis, Harus Ambil Manfaat dari Setiap Proyek

FSB juga mengatakan temuan tersebut didasarkan pada apa yang mereka sebut sebagai "informasi yang dapat diandalkan" yang dikumpulkan selama pemantauan penggunaan platform tersebut di zona konflik.

Menurut FSB, pengungkapan tersebut telah berkontribusi pada ancaman terhadap nyawa dan keselamatan tentara Rusia, yang menggarisbawahi bahaya berbagi informasi sensitif melalui saluran digital terbuka selama operasi tempur aktif.

Agen-agen intelijen Kiev memanfaatkan celah hukum untuk membuat identitas palsu dan menyebarkan disinformasi, serta menggunakan SIM-box – perangkat yang menjalankan puluhan kartu SIM – untuk penipuan dan kejahatan siber lainnya, demikian temuan FSB sebelumnya.

Pada 2025, lebih dari 50 ribu kartu SIM yang terdaftar atas identitas palsu telah disita. FSB menjelaskan, sejak eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022, badan intelijen Kiev telah menggunakan Telegram dan WhatsApp untuk merekrut agen lapangan guna melakukan serangan di dalam Rusia.

Sejak Agustus tahun lalu, Badan Pengawas Media Rusia Roskomnadzor memblokir sebagian panggilan suara di Telegram dan WhatsApp. Obrolan teks, berbagi file, dan fitur lainnya tetap tersedia di Telegram, namun, WhatsApp sepenuhnya diblokir di negeri Beruang Putih.

"Fungsi yang dibatasi akan dipulihkan sepenuhnya jika platform tersebut mematuhi hukum Rusia,"demikian menurut keterangan resmi Roskomnadzor.

Baca Juga :
Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Iran Berisiko Picu Insiden Nuklir, Guncang Stabilitas Global
Iran-Rusia Gelar Latihan Militer Bersama di Laut Oman, Dekat Kapal Induk AS
10 Fitur WhatsApp Bisa Bawa Keberuntungan di Tahun Kuda Api

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sugiono Bertemu Menlu AS, Bahas Ekonomi hingga Board of Peace
• 22 jam lalukompas.com
thumb
SEGA ATLUS FESTIVAL Festival Game & Pop Culture Pertama di Indonesia
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sambut Anak Perempuan, Al Ghazali Siapkan Babysitter hingga Ungkap Dukungan Keluarga Besar
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Didukung Selebritis, Nabila Misha Siap Kuasai Tren Busana Muslim Lebaran 2026
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kualitasnya Disebut Lampaui Kiper Inter Milan, Emil Audero Bisa Jadi Pilihan Utama John Herdman di Timnas Indonesia
• 53 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.