Mie Sedaap Rumahkan Ratusan Karyawan, THR Tetap Diberikan?

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Mie Instan Sedap. (Instagram/miesedaapid)

Jakarta CNBC Indonesia - Di tengah kabar kebijakan merumahkan 400 tenaga kerja di fasilitas produksinya di Gresik, Jawa Timur, PT Karunia Alam Segar yang merupakan produsen Mie Sedaap mengklaim bahwa seluruh kewajiban terhadap pekerja tetap dipenuhi. Manajemen menegaskan tidak ada hak yang diabaikan dalam proses tersebut.

Human Resources & General Affairs PT Karunia Alam Segar, Peter Sindaru, menyampaikan bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban administratif maupun finansial sesuai perjanjian kerja sama dengan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing).

"Seluruh kewajiban administratif dan finansial kepada pihak penyedia jasa tenaga kerja telah kami penuhi sesuai perjanjian kerja sama yang berlaku, termasuk kewajiban yang berkaitan dengan hak-hak pekerja," kata Peter kepada CNBC Indonesia, Senin (23/2/2026).


Salah satu isu yang mencuat adalah soal pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Peter memastikan komponen tersebut tetap menjadi bagian dari kewajiban yang dipenuhi sesuai mekanisme yang telah disepakati.

"Pembayaran Tunjangan Hari Raya atau THR telah dilakukan sebagaimana yang telah disepakati dalam mekanisme kerja sama tersebut," ujarnya.

Selain memastikan pemenuhan hak pekerja, perusahaan juga mengklaim berupaya menjaga keberlanjutan kesempatan kerja di wilayah sekitar Gresik. Hal ini dilakukan dengan membuka peluang penempatan kembali di unit usaha lain dalam kawasan yang sama.

"Sebagai bentuk itikad baik dan kepedulian terhadap keberlanjutan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja di wilayah sekitar Gresik, perusahaan selalu mengupayakan agar tenaga kerja yang terdampak bisa mendapatkan kesempatan kerja kembali di unit anak perusahaan lain dalam kawasan," jelas Peter.

Ia mengatakan, peluang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak perusahaan, sehingga prosesnya tetap mengacu pada kapasitas dan kebutuhan riil di lapangan.

Menurutnya, fleksibilitas ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk tetap menjaga ekosistem ketenagakerjaan yang sehat di tengah fluktuasi produksi.

"Dalam menjalankan operasional sebagai industri padat karya, perusahaan perlu memastikan keberlangsungan usaha secara menyeluruh, termasuk menjaga stabilitas operasional bagi seluruh karyawan dan ekosistem kerja lainnya," tuturnya.

Peter menambahkan, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan tanggung jawab sosial di lingkungan sekitar.

"Kami berkomitmen menjalankan praktik ketenagakerjaan yang sesuai regulasi yang berlaku serta menjaga hubungan industrial yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Ia pun berharap publik dapat melihat langkah ini sebagai bagian dari dinamika bisnis manufaktur yang wajar, bukan sebagai bentuk pengabaian terhadap pekerja.

"Perusahaan tetap memprioritaskan kepatuhan terhadap regulasi dan pemenuhan hak-hak pekerja dalam setiap kebijakan yang diambil," tutup Peter.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dompet 'Kempes' Jelang Puasa? Tren Konsumsi Warga RI Terungkap

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsakiyah Surabaya Hari Ini 23 Februari 2026, Lengkap Bacaan Niat Puasa
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Zodiak Paling Dewasa dan Bertanggung Jawab
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Matrix Memperkenalkan KATSEYE sebagai Global Ambassador Baru
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Maaf dari Jokowi soal Polemik Ijazah, Andi Azwan Sebut Kubu Roy Suryo Tinggi Hati
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Baznas Komitmen Beri Bantuan Kemanusiaan ke Sudan
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.