Guna mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuat strategi baru, yakni dengan menggelar Pasar Murah titik ke-23 di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin.
Menurut Khofifah, pasar murah juga menjadi salah satu instrumen intervensi Pemprov Jatim untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat hari besar keagamaan.
"Ramadan menjelang Lebaran ada kecenderungan peningkatan kebutuhan logistik di masing-masing keluarga. Harapan kita semua bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat," kata Khofifah usai meninjau Pasar Murah.
Perempuan nomor satu di Jawa Timur itu menambahkan, lokasi Pasar Murah di Singosari, Malang, ini sengaja ditempatkan di dekat permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Strategi tersebut dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas pedagang sekaligus memastikan bantuan harga lebih tepat menyasar masyarakat yang membutuhkan.
"Selain itu, Pasar Murah bagian dari komplementaritas yang sudah dilakukan kabupaten maupun kota, maka Pemprov Jatim memberi komplementaritas supaya semakin banyak yang bisa kita cover," pungkas Khofifah.
Baca Juga: Dua RSUD Jatim Raih Predikat WBBM, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Birokrasi Bersih dan Pelayanan Kesehatan Transparan
Berikut daftar harga barang Pasar Murah:
- Beras premium: Rp14.000 per kg.
- Beras medium: Rp11.000 per kg.
- MinyaKita: Rp13.000 per liter.
- Telur ayam ras: Rp22.000 per kemasan.
- Tepung terigu: Rp10.000 per kg.
- Gula pasir: Rp14.000 per kg.
- Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram.
- Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram.
- Cabai rawit merah: Rp4.000 per 100 gram.
- Cabai merah besar: Rp2.000 per 100 gram.
- Daging ayam: Rp30.000 per kemasan.





