Gembong narkoba asal Meksiko, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias "El Mencho" dilaporkan tewas dalam serangan militer pada Minggu (22/2) usai diburu aparat keamanan bertahun-tahun.
Ia terluka parah dan dinyatakan tewas dalam perjalanan udara setelah baku tembak dengan militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco.
Kerusuhan pun pecah di berbagai negara bagian Meksiko menyusul tewasnya El Mencho yang dikonfirmasi Kementerian Pertahanan (Defensa).
Mengenal El MenchoMenurut laporan media lokal Noticias Telemundo, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes lahir pada 17 Juli 1966 di warga pedesaan Naranjo de Chila, wilayah Aguililla, Michoacán.
Dilansir USA Today, ia mengadopsi nama Nemesio, yang menurut beberapa orang untuk menghormati ayah baptisnya. Nama itu lalu disingkat menjadi “El MMencho”.
El Mencho tumbuh di lingkungan agraris perkebunan alpukat. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani.
Pada usia 14 tahun, ia terpaksa putus sekolah dan mulai bekerja menjaga ladang ganja demi membantu perekonomian keluarga serta membiayai kebutuhan lima orang saudara kandungnya.
El Mencho kemudian mengikuti jejak pemuda Meksiko saat itu, menyeberang ke Amerika Serikat (AS) tanpa dokumen resmi.
Meskipun sebagian kerabatnya sudah lebih dulu menetap di California, ia justru dilaporkan terlibat dalam aktivitas kriminal melalui jaringan geng bernama Norteños.
Pada usia sekitar 20 tahun, ia ditangkap di San Francisco atas tuduhan perampokan dan kepemilikan senjata api.
Masuk ke Dunia KartelSetelah itu, ia mulai bergabung dalam bisnis perdagangan narkotika bersama saudara iparnya, Abigael González Valencia. Ia kembali tertangkap dan akhirnya dideportasi ke Meksiko.
Tak kapok, beberapa bulan kemudian El Mencho menyusup ke AS lagi dan berakhir dibui di penjara federal Texas bersama saudaranya, Abraham, atas kasus distribusi heroin. Ia menjalani hukuman sekitar tiga tahun sebelum dideportasi kembali.
Pulang ke kampung halaman pada dekade 1990-an, El Mencho sempat bekerja sebagai polisi di wilayah Cabo Corrientes dan Tomatlán, Jalisco.
Namun, ia kemudian justru bergabung dengan Kartel Milenio yang dipimpin oleh keluarga Valencia yang juga keluarga istrinya, Rosalinda González Valencia. Dari sinilah ia memperdalam pemahaman tentang struktur dan cara kerja kartel narkoba
Kartel yang DitakutiEl Mencho ditunjuk Milenio sebagai pembunuh bayaran atau sicario untuk memimpin salah satu sel di Guadalajara.
Namun, meski menunjukkan performa baik, ia tak kunjung dipromosikan terutama setelah pemimpin Milenio ditangkap pada 2008 dan dibunuh pada 2009.
El Mencho pun marah, kemudian melancarkan balas dendam bersama anggota-anggota lain yang tak puas.
Di tengah fragmentasi geng Milenio, El Muncho muncul memanfaatkan situasi dan membentuk faksinya sendiri yang berkembang Cártel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) pada 2011.
Bermula dari Guadalajara, bergerak ke Jalisco dan Colima, lalu kartel El Mencho menyebar cepat dan kini hadir hampir di seluruh negara bagian Meksiko. CJNG menjadi kelompok kriminal paling dominan dan berbahaya dalam satu dekade terakhir.
Organisasi ini mengonsolidasikan rute internasional untuk penyelundupan metamfetamin dan fentanil ke AS, sekaligus memperkuat jaringan distribusi narkotika sintetis lintas negara.
Menurut otoritas Meksiko, CJNG dikenal sebagai mesin kekerasan yang tidak segan terlibat dalam perang terbuka melawan kartel saingan maupun bentrokan langsung dengan aparat keamanan.
Sejumlah laporan investigasi yang diungkapkan Reuters, praktik perekrutan bersenjata CJNG dinilai brutal.
Di bawah komando El Muncho, terdapat pelatihan loyalitas dan ketahanan fisik di lokasi-lokasi rahasia yang dijuluki sebagai “sekolah teror”. CJNG pun kerap dikaitkan dengan berbagai pembantaian dan penyergapan mematikan.
Salah satunya, CJNG dituding berada di balik pembunuhan 19 apparat keamanan yang jasadnya dimutilasi, dimasukkan ke dalam karung, lalu digantung di sebuah jembatan pada tahun 2019.





