Gadis muda bertubuh jangkung itu tampak begitu lincah di lapangan. Gocekannya yang lihai acap kali membuat lawan kelabakan.
Gadis muda itu adalah Shifana Rizka Nadhifa. Winger asal Sidoarjo tersebut mengundang decak kagum penonton saat tampil di Piala AFF Wanita U-16 2025—baik yang hadir langsung di Stadion Manahan, Solo, maupun yang menyaksikannya lewat layar kaca.
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan adalah laga fase Grup A melawan Timor Leste. Di sisi kiri, Shifana menggiring bola dengan percaya diri, lalu melewati bek lawan dengan gerakannya yang memukau. Aksinya kala itu memang tak berujung gol, namun decak dan tepuk tangan jadi tanda ia telah mencuri perhatian.
Akhir pekan lalu, Sabtu (14/2), kumparanBOLANITA berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Shifana saat dirinya tengah sibuk berlatih bersama tim barunya saat ini, Samba Persada Women (Solo), untuk persiapan HYDROPLUS Soccer League (HPSL) U-18 Kudus. Sebelum sesi latihan dimulai, Shifana bercerita banyak mengenai kariernya di sepak bola. Simak ceritanya berikut ini.
Lahir dari Keluarga AtletShifana, yang lahir di Sidoarjo pada 28 Maret 2010, ternyata tumbuh dari keluarga atlet. Ayahnya merupakan pelatih sekolah sepak bola di Sidoarjo, Houdt Braet Stant (H.B.S). Sementara itu, kakaknya adalah mantan atlet sepak bola di HBS.
Kecintaannya pada si kulit bundar mulai tumbuh sejak kelas 5 sekolah dasar. Awalnya, Shifana hanya bermain bersama teman laki-lakinya yang berada di lingkungan rumahnya.
Bermain dengan laki-laki membuat Shifana merasa tertantang. Dari situ, kemampuan sepak bolanya menjadi lebih baik dan mentalnya pun lebih terasah. “Jadi lebih percaya diri waktu main sama mereka,” kata Shifana kepada kumparanBOLANITA di Lapangan Gawanan, Solo, Sabtu (14/2).
Rasa suka itu kemudian berkembang menjadi keseriusan. Pada 2018, ia bergabung dengan HBS, klub yang dilatih ayahnya. Lima tahun berselang, tepatnya pada 2023, karier sepak bolanya berlanjut ke PSIS Semarang, klub yang paling berkesan buat Shifana.
“PSIS paling seru. Soalnya, klub itu yang bikin aku masuk ke tim nasional. Waktu itu, aku dipanggil pas seleksi timnas di Surabaya pada Januari 2025,” kata Shifana.
Debut Timnas di JepangBaru kali pertama ikut seleksi tim nasional, Shifana langsung lolos hingga tahap akhir. Namanya masuk dalam 26 pemain Timnas Wanita Indonesia U-20 yang dibawa ke Jepang untuk turnamen 25th University Women’s Soccer Regional Competition 2025 pada 25-28 Februari.
“Aduh, itu senang banget waktu itu, nggak menyangka. Orang tua juga senang banget,” kata Shifana saat mengingat momen pertama kali membela timnas.
Bagi siswi kelas 9 SMP di Negeri 3 Taman Sidoarjo itu, Jepang meninggalkan kesan yang mendalam. Bukan hanya soal pertandingan, tapa juga pengalaman di luar lapangan.
“Musim salju, terus Gunung Fuji. Itu yang paling aku ingat dari Jepang,” ucap Shifana.
Di sana, Shifana dan para penggawa timnas U-20 menghadapi tim-tim universitas terbaik di Jepang, seperti Kanto Selection, Tokai Selection, Kyushu Selection, dan Taiwan Women Sports University.
Dari total enam laga yang dijalani, Garuda Pertiwi Muda memang belum meraih kemenangan. Namun, pengalaman itulah yang membuat Shifana jadi mendapat banyak pelajaran berharga.
“Mereka (para pemain Jepang) lebih cepat mainnya. Kayak simpel, terus juga kekuatannya tuh lebih main juga. Kita harus lebih kerja keras lagi supaya dapat bermain yang bagus,” ujar Shifana.
Langkah Shifana di timnas tidak berhenti sampai di situ. Tiga bulan kemudian, ia menjalani debut bersama Timnas Wanita Senior di Women’s Tri Nation Cup kontra Yordania. Pertandingan yang digelar di Amman, Yordania, pada 28 Mei itu berakhir imbang 1-1.
Selang satu bulan kemudian, Shifana masuk final skuad Garuda Pertiwi Muda untuk Piala AFF Wanita U-19 di Vietnam pada 9-18 Juni.
Di turnamen itu, Shifana berhasil mengantarkan Indonesia finis di peringkat ketiga usai mengalahkan Myanmar lewat adu penalti dengan skor 0 (6)-(5) 0.
Turnamen itu menjadi momen paling berkesan selama Shifana membela timnas. “Soalnya, itu pertama kali dapat medali, juara tiga,” ucap Shifana.
Dua bulan setelah itu, Shifana kembali mendapat kesempatan bermain di timnas untuk Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20 2026 yang digelar di Myanmar pada 6-10 Agustus. Sayangnya, ia dan rekan-rekannya tidak lolos ke putaran final karena hanya menempati peringkat kedua dalam klasemen akhir grup.
10 hari setelah turnamen berakhir, Shifana kembali dipercaya untuk tampil di Piala AFF Wanita U-16 2025 di Solo pada 20-29 Agustus. Di sana, Garuda Pertiwi Muda finis sebagai semifinalis setelah kalah adu penalti dari Vietnam, 1 (6)-(7) 1.
Pada Oktober, Shifana tampil lagi untuk tim Merah-Putih, kali ini untuk Kualifikasi Piala Asia Wanita U-17 2026. Namun lagi-lagi, keberuntungan belum berpihak pada Indonesia. Mereka gagal lolos ke putaran final karena finis sebagai runner-up grup.





