Jangan Langsung Makan Nasi, Dokter Tirta Spill Menu Buka Puasa Paling Aman Buat Penderita Asam Lambung

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Bulan Ramadan tentu menjadi momen yang sangat dinantikan. Namun, bagi penderita asam lambung, GERD, atau maag kronis, puasa sering kali menjadi tantangan yang bikin was-was.

Kondisi perut kosong selama lebih dari 12 jam kerap bikin asam lambung naik dan dada terasa panas, bukan? Lantas, bagaimana sih tips puasa asam lambung yang aman dan nyaman?

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, membongkar rahasianya. Melalui sebuah sesi tanya jawab, dr. Tirta menjawab keresahan netizen soal asam lambung saat puasa. Menurutnya, di awal puasa memang akan terasa berat.

"Sulit, akan rentan kambuh. Karena tubuh harus adaptasi, selama hampir 12 jam lambung kalian kosong," kata Dokter Tirta dalam tayangan YouTube Tirta PengPengPeng yang Grid.ID kutip, Senin (23/2/2026).

Tapi jangan khawatir, dr. Tirta membagikan 3 tips jitu agar ibadah puasa penderita asam lambung tetap lancar:

1. Konsumsi Obat dari Dokter Penyakit Dalam

dr. Tirta menyarankan penderita lambung kronis untuk berkonsultasi langsung dengan ahlinya.

"Kalian akan diberikan obat lambung sama dokter penyakit dalam. Diminum pas buka puasa sama sahur, titik. Itu aja," jelasnya.

2. Menu Buka Puasa

Ini kesalahan fatal yang sering dilakukan banyak orang, yakni balas dendam makan saat azan Magrib. dr. Tirta mewanti-wanti agar penderita maag tidak langsung menyantap hidangan berat.

"Ketika berbuka, jangan langsung makan berat. Minum air putih sama kurma 3, sahur pun iya. Ditambah dengan jus alpukat," saran dr. Tirta.

 

Makan berat saat perut benar-benar kosong hanya akan membuat lambung kaget dan nyeri.

3. Jangan Makan Terlalu Kenyang

Makan dengan porsi secukupnya adalah kunci utama mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

"Jangan makan terlalu kenyang, karena pasti dispepsia dan jadi GERD," tegas dokter nyentrik ini.

Lantas, bolehkah batal jika tiba-tiba kambuh siang bolong?

Dengan tegas dr. Tirta mengingatkan bahwa dalam pandangan agama maupun medis, orang sakit tidak diwajibkan berpuasa.

"Boleh nggak dia berpuasa? Diizinkan untuk batal. Karena kondisi sakit, ke dokter langsung. Dibatalke rapopo (dibatalkan tidak apa-apa)," ucap dr. Tirta.

Namun yang perlu diingat, keringanan ini hanya untuk yang benar-benar sakit, bukan alasan untuk pura-pura pusing demi bisa makan siang.

Itulah ulasan lengkap tips puasa penderita GERD ala dr. Tirta. Tetap perhatikan asupan makanan dan pantau rasa sakit yang muncul, ya!(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBSI Targetkan Ganda Putra Juara di All England 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Indef: Ketidakpastian Tarif AS Memicu Investor Beralih ke Aset Aman
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Muzani Berterima Kasih kepada Parpol yang Dukung Prabowo 2 Periode
• 10 jam lalukompas.com
thumb
WNA Protes Speaker Tadarus di Gili Trawangan, Kemenag Ingatkan Aturan Pengeras Suara
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 WIlayah Jakarta Senin 23 Februari 2026
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.