NTT, DISWAY.ID-- Di wilayah pedesaan Kabupaten Kupang, pendidikan vokasi masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kondisi pembelajaran di sekolah.
Keterbatasan fasilitas praktik, akses pembelajaran, serta kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan berdampak pada kesiapan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk bekerja atau berwirausaha setelah lulus.
Kondisi tersebut dihadapi oleh SMK Negeri 1 Takari, yang berlokasi di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.
BACA JUGA:PKL di Trotoar Tanah Abang Disikat Habis, Kembalikan Fungsi untuk Pejalan Kaki
Sekolah ini menjadi rujukan pendidikan vokasi bagi siswa dari sejumlah desa di sekitarnya, antara lain Desa Oesusu, Desa Benu, Desa Takari, serta beberapa desa lain di wilayah pedalaman Kabupaten Kupang.
Sebagian besar siswa harus menempuh jarak cukup jauh setiap hari untuk mengakses pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan kerja.
Menjawab tantangan tersebut, Astra melalui Yayasan Astra secara bertahap melakukan pendampingan pendidikan vokasi yang berfokus pada penguatan kapasitas guru, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, serta peningkatan kesiapan siswa memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.
Pendampingan ini dijalankan oleh Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim sebagai yayasan yang berfokus pada bidang pendidikan.
“Pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan mandiri, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Melalui Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, kami berupaya memperkuat kapasitas guru dan pembelajaran praktik agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan dan mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.
BACA JUGA:Mushaf Al-Qur’an Raksasa di Cilegon Bukti Hebatnya Ulama Kota Santri
SMK Negeri 1 Takari saat ini memiliki 322 siswa yang terbagi dalam lima konsentrasi keahlian, yaitu kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif batik dan tekstil, desain pemodelan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, serta teknik pengelasan.
Sekitar 80% siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana dan memilih jalur SMK dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus.
Sebelum pendampingan dilakukan, proses pembelajaran dihadapkan pada keterbatasan sarana praktik, minimnya alat pembelajaran, serta kebutuhan penguatan kapasitas guru agar metode pengajaran lebih kontekstual dan selaras dengan kebutuhan industri.
Sejak 2021, Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim mendampingi SMK Negeri 1 Takari melalui pendekatan bertahap.
Pendampingan dimulai dari penguatan karakter siswa, dilanjutkan dengan penguatan literasi dan numerasi bagi 23 guru, serta penguatan teaching factory pada tahun 2023 untuk mendekatkan pembelajaran dengan praktik dunia kerja.
- 1
- 2
- »


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5174417/original/068290200_1742926263-Timnas_Indonesia_vs_Bahrain-13.jpg)


