Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan ketersediaan daging sapi di Jakarta aman dan harga tetap terkendali selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, 23 Februari 2026.
Pramono menegaskan, pengendalian inflasi pangan menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama pada momen Ramadan dan Lebaran yang kerap memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis.
"Inflasi di Jakarta biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, khususnya untuk daging, cabai, dan beras. Dengan masuknya sapi impor dari Australia ini, kami berharap harga daging tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, pada Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI melalui Perumda Dharma Jaya telah menerima 3.100 ekor sapi impor dari total 7.500 ekor yang direncanakan pada tahap awal pengadaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan daging tetap terjaga saat permintaan masyarakat meningkat.
Menurut Pramono, impor sapi ini menjadi momentum penting karena Jakarta kembali melakukan impor langsung dari Australia setelah 28 tahun. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan Jakarta dalam mengelola pasokan daging secara mandiri, profesional, dan berstandar internasional.
"Kepercayaan ini harus dijaga. Semua prosedur kami pastikan terpenuhi, termasuk kesehatan dan kelayakan ternak yang masuk ke Jakarta," tegasnya.
Kemudian, Pramono juga memastikan kondisi sapi impor dalam keadaan sehat dan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat, baik sebelum keberangkatan dari negara asal maupun setelah tiba di Jakarta.
"Sampai saat ini, laporan yang kami terima menunjukkan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terindikasi PMK," ucapnya.
Adapun terkait ketersediaan stok, Pramono menyebut cadangan daging di Jakarta saat ini mencapai sekitar 1.000 ton dan siap diperkuat melalui mekanisme repeat order jika dibutuhkan. Sementara itu, stok sapi hidup di kandang Dharma Jaya tercatat sekitar 1.500 ekor.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI juga tengah memproses rencana pengelolaan lahan rumput di Ciangir untuk mendukung penggemukan sapi secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang agar Jakarta semakin mandiri dalam penyediaan daging.
"Kami ingin Jakarta tidak hanya aman secara pasokan, tapi juga berkelanjutan. Infrastruktur sudah ada, tinggal kita optimalkan," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews





