DEPOK, KOMPAS.com - Warga RW 03 Bedahan, Sawangan, Kota Depok, mengeluhkan ruas Jalan Bungsan yang rusak dan penuh tanah merah akibat aktivitas penggalian developer perumahan.
Pengurus RT 03 RW 03, Tiar menyampaikan, pihak developer telah menggali dengan alat berat sejak tiga bulan terakhir dengan kedalaman lebih dari enam meter.
Selama aktivitas, ruas jalan selebar tiga meter milik warga itu selalu dilintasi truk yang bebannya tidak sebanding dengan kekuatan daya jalan.
Baca juga: Warga Cegat 6 Truk Developer yang Diduga Sebabkan Jalan Rusak di Depok
“Sudah tidak terhitung (truk yang lewat) karena tidak ada pengawas khusus. Ya itu melebihi 20 unit truk selalu melintas, bayangkan saja satu unit bisa bolak-balik berapa kali dalam sehari,” kata Tiar saat ditemui di lokasi, Senin (23/2/2026).
Dampaknya, jalan perlahan terlihat retak bahkan berlubang di beberapa titik. Saluran untuk mengaliri drainase di tepi jalan juga ikut hancur akibat terlindas truk besar.
Apalagi, truk besar itu mengangkut tanah merah yang meninggalkan jejak di badan jalan dan perlahan menebal.
Dampaknya, permukaan jalan cenderung licin hingga berisiko mengganggu keselamatan pengendara.
Selain itu, proyek penggalian perumahan juga berhimpitan dengan tanah makam wakaf yang terdiri atas 1.500 ahli waris.
Galian yang terlalu dalam membuat lahan makam berisiko berisiko longsor jika tidak segera ditangani.
“Lahan itu kondisinya sangat memprihatinkan karena galiannya melebihi galian-galian biasa, lebih dari enam meter tingginya. Ahli waris pun mengecam saya biar secepatnya bisa diturap,” ujar Tiar.
Baca juga: Truk Pengembang Bolak-balik Angkut Tanah Merah, Warga Depok Demo karena Jalan Rusak
Oleh karena itu, dua keresahan utama ini yang mendasari para warga menggelar demo pada Minggu (22/2/2026) dengan menahan enam unit truk agar tidak bisa bekerja.
Demo ini juga dilakukan karena developer disebut tidak memenuhi janjinya sejak pertama kali warga mengeluh.
“Saya pun sudah melaporkan ke kantor mereka dengan tanggapan nanti diperbaiki setelahnya. Sudah terakhir kali sejak sebulan lalu lapor,” jelasnya.
Pengamatan Kompas.com di lokasi, Senin, titik jalan yang rusak terdapat sekitar 10-15 titik. Kerusakan itu terlihat di badan jalan selebar 3-4 meter dan panjang hampir 100 meter.
Bentuk kerusakan yang terlihat yaitu retak, bergelombang, pembatas saluran air jebol, bahkan titik berlubang besar yang harus ditutupi dengan bebatuan kecil.
Jejak tanah merah juga melapisi sepanjang jalan, bahkan semakin menebal ketika mendekati area lahan developer.
Hal ini mengganggu kenyamanan pengendara sebab bisa tergelincir saat jalanan sedikit basah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




