Aceh Utara (ANTARA) - Sekolah terdampak banjir Sumatera di Kabupaten Aceh Utara mulai memasuki kegiatan belajar mengajar secara aktif pada bulan Ramadhan ini, salah satunya SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon yang memulai masa pembelajaran luar jejaring (luring) dari pukul 07.30 hingga 13.00 WIB.
"Kegiatan di bulan Ramadhan yang kami namakan Rebung Islam tetap menjadi prioritas dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, dimana aktif melakukan kegiatan pembelajaran, namun dikondisikan dengan nilai-nilai Islami," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Putra Bangsa Rika Suprina kepada ANTARA di Aceh Utara, Senin.
Rika berharap siswa-siswi yang terdampak bencana Sumatera tidak boleh hanyut dengan kondisi dan harus segera bangkit.
"Kami sangat mengharapkan segala bentuk bantuan untuk sekolah kami, agar kami tidak terlarut dengan banjir atau trauma banjir yang sudah berlalu. Namun saya selalu memberikan motivasi ke anak-anak, Aceh ini butuh dibangkitkan," ujar Rika.
Baca juga: Personel TNI pulihkan sekolah yang rusak akibat bencana di Aceh Utara
Salah seorang siswa terdampak, Muhammad Fathan Genka mengaku senang dengan kembalinya pembelajaran normal di sekolah karena bisa kembali bertemu dengan rekan-rekannya lagi.
"Walaupun memang segala keterbatasan itu harus kami hadapi. Kami yakin juga ke depannya akan hadir hal-hal baru yang bisa mengubah dan juga membuat skema pemikiran kami itu menjadi lebih baik ke depannya," ujar Fathan.
Dalam data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (23/2), di Kabupaten Aceh Utara terdapat total 821 fasilitas pendidikan yang terdampak bencana Sumatera.
Kini selain telah menjalankan pembelajaran normal pada masa Ramadhan, sekolah-sekolah yang terdampak di Aceh Utara juga menjalankan program sosial dengan melakukan pembersihan fasilitas umum setiap hari Jumat.
Baca juga: Disdik: Perbaikan mebel sekolah pasca-bencana gunakan material lokal
Baca juga: TNI renovasi sekolah dasar terdampak bencana di pedalaman Aceh Utara
"Kegiatan di bulan Ramadhan yang kami namakan Rebung Islam tetap menjadi prioritas dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, dimana aktif melakukan kegiatan pembelajaran, namun dikondisikan dengan nilai-nilai Islami," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Putra Bangsa Rika Suprina kepada ANTARA di Aceh Utara, Senin.
Rika berharap siswa-siswi yang terdampak bencana Sumatera tidak boleh hanyut dengan kondisi dan harus segera bangkit.
"Kami sangat mengharapkan segala bentuk bantuan untuk sekolah kami, agar kami tidak terlarut dengan banjir atau trauma banjir yang sudah berlalu. Namun saya selalu memberikan motivasi ke anak-anak, Aceh ini butuh dibangkitkan," ujar Rika.
Baca juga: Personel TNI pulihkan sekolah yang rusak akibat bencana di Aceh Utara
Salah seorang siswa terdampak, Muhammad Fathan Genka mengaku senang dengan kembalinya pembelajaran normal di sekolah karena bisa kembali bertemu dengan rekan-rekannya lagi.
"Walaupun memang segala keterbatasan itu harus kami hadapi. Kami yakin juga ke depannya akan hadir hal-hal baru yang bisa mengubah dan juga membuat skema pemikiran kami itu menjadi lebih baik ke depannya," ujar Fathan.
Dalam data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (23/2), di Kabupaten Aceh Utara terdapat total 821 fasilitas pendidikan yang terdampak bencana Sumatera.
Kini selain telah menjalankan pembelajaran normal pada masa Ramadhan, sekolah-sekolah yang terdampak di Aceh Utara juga menjalankan program sosial dengan melakukan pembersihan fasilitas umum setiap hari Jumat.
Baca juga: Disdik: Perbaikan mebel sekolah pasca-bencana gunakan material lokal
Baca juga: TNI renovasi sekolah dasar terdampak bencana di pedalaman Aceh Utara





