Tambah Rute di Makassar, Perkuat Virtual Hub dan Layanan Fly-Thru untuk Dukung Pariwisata dan Ekonomi Indonesia Timur

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — AirAsia terus memperkuat ekspansi jaringan domestiknya dengan menghadirkan sejumlah rute strategis melalui Makassar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjadikan Makassar sebagai simpul penghubung utama di Kawasan Timur Indonesia.

Mulai 7 Maret 2026, Indonesia AirAsia akan mengoperasikan rute Surabaya (SUB) – Makassar (UPG) dengan frekuensi hingga 21 kali seminggu atau tiga kali setiap hari.

Penambahan frekuensi tinggi ini diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan antara dua kota besar tersebut.

Selain itu, penguatan konektivitas dari Makassar juga dilakukan melalui pembukaan rute Makassar–Kendari sebanyak dua kali sehari, Makassar–Palu dua kali sehari, serta Makassar–Luwuk satu kali sehari.

Secara keseluruhan, langkah ini merupakan bagian dari pembukaan dan penguatan delapan rute yang mempertegas posisi Makassar sebagai virtual hub Indonesia Timur.

Plt Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman menjelaskan, pembukaan dan penguatan rute melalui Makassar merupakan strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat konektivitas domestik dan internasional.

“Pembukaan dan penguatan rute melalui Makassar ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami dalam memperkuat Makassar sebagai penghubung utama Indonesia Timur,” ucapnya.

Kata dia, tidak hanya untuk konektivitas domestik tetapi juga menuju jaringan internasional. Secara geografis dan ekonomi, Makassar memiliki peran strategis sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia.

Ia menambahkan, integrasi konsep virtual hub dan layanan fly-thru memungkinkan penumpang dari Indonesia Timur terhubung lebih praktis ke kota-kota besar di Indonesia.

“Bahkan ke rute internasional seperti Makassar–Kuala Lumpur dan jaringan regional AirAsia lainnya,” ucapnya.

Menurutnya, secara grup, konektivitas internasional melalui Kuala Lumpur saat ini sudah mencapai sekitar 10 kali penerbangan per hari. Hal ini menjadi pintu penting bagi pengembangan jaringan internasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah-daerah di Indonesia Timur.

“Kehadiran rute baru tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan perdagangan di kawasan tersebut,” ucapnya.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai mengatakan, pihaknya mendukung penuh ekspansi rute AirAsia karena sejalan dengan visi menjadikan bandara sebagai hub domestik dan internasional dengan tarif terjangkau bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, kapasitas Bandara Sultan Hasanuddin saat ini telah ditingkatkan secara signifikan, dari sebelumnya 7 juta penumpang per tahun menjadi 15 juta penumpang per tahun.

Luas terminal juga mengalami peningkatan dari 55 ribu meter persegi menjadi 61 ribu meter persegi.

Menurut Minggus, ke depan Bandara Sultan Hasanuddin diharapkan tidak hanya menjadi pusat penerbangan domestik, tetapi juga berkembang sebagai hub internasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat maskapai untuk membuka rute baru dari dan menuju Makassar.

“Potensi pasar juga dinilai sangat besar, termasuk potensi perjalanan umrah yang mencapai sekitar 500 penumpang per hari,” ungkapnya.

Selain itu, banyak pelaku UMKM di Sulawesi Selatan yang mulai menargetkan pasar internasional, sehingga membutuhkan dukungan konektivitas udara untuk distribusi barang.

Ekspansi rute ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, baik secara langsung di sektor penerbangan maupun secara tidak langsung di sektor pariwisata, logistik, perhotelan, dan UMKM.

“Peningkatan frekuensi penerbangan juga membuka peluang kerja baru bagi tenaga operasional bandara, ground handling, hingga sektor transportasi pendukung,” tuturnya.

Dari sisi pariwisata, Sulawesi Selatan menunjukkan tren pemulihan yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Selatan pada Desember 2025 tercatat sebanyak 2.321 kunjungan, meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Pergerakan wisatawan nusantara juga tetap kuat dengan jumlah perjalanan mencapai lebih dari 4 juta perjalanan. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nasional melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tercatat sebanyak 12.061 kunjungan. (wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Kembangkan Potensi Ekonomi Haji dan Promosi Wisata Indonesia
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Adu Banteng TransJakarta di Koridor 13, Pramono: Murni Human Error
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Atalanta Bangkit Tundukkan Napoli 2-1 di Gewiss dan Jaga Asa Papan Atas Serie A
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Puluhan Pengurus DPC PSI Semarang Kompak Mundur, Ada Apa?
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sigap Membaca Perubahan Amerika
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.