Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) terkait dua kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.
Andi menjelaskan, kasus pertama merupakan anak perempuan berusia 8 tahun dengan riwayat imunisasi MMR lengkap pada 2009 dan 2012. Pasien tersebut melakukan perjalanan menggunakan maskapai Batik Air rute Jakarta pada 7–8 Februari 2026. Gejala berupa ruam muncul pada 8 Februari, dan hasil pemeriksaan PCR dinyatakan positif campak.
Kasus kedua adalah anak perempuan berusia 6 tahun yang tidak memiliki riwayat imunisasi campak. Pasien melakukan perjalanan menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta–Sydney pada 17 Februari 2026. Gejala demam, batuk, dan pilek muncul pada 11 Februari, dan hasil PCR dinyatakan positif pada 18 Februari.
“Tidak ada laporan kematian dari dua kasus tersebut,” ujar Andi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menegaskan, campak masih ditemukan di berbagai negara dan merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Secara nasional, pada 2025 tercatat 11.094 kasus campak terkonfirmasi. Hingga Februari 2026, telah dilaporkan 550 kasus. Meski demikian, hingga saat ini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.
Kementerian Kesehatan terus memperkuat surveilans penyakit campak serta mengintensifkan pelaksanaan imunisasi tambahan, termasuk pada anak usia sekolah di daerah yang pernah mengalami KLB pada 2025 dan 2026. Fasilitas pelayanan kesehatan juga disiapkan untuk menangani kasus campak dengan komplikasi.
Selain itu, upaya komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi anak usia balita,”tegasnya.
Masyarakat yang mengalami gejala demam disertai ruam diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, individu yang terkonfirmasi campak diimbau membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut.
Editor: Redaktur TVRINews





