10 Bank Sentral Negara dengan Pembelian Emas Terbanyak, China Borong 350 Ton

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Emas menjadi primadona aset investasi dalam beberapa tahun terakhir. Aset lindung nilai (safe haven) ini telah mencatat kenaikan lebih dari 230 persen sejak tahun 2020.

Kenaikan harga signifikan tidak hanya mendorong minat investor ritel untuk mengoleksi logam mulia berwana kuning ini. Permintaan emas juga datang dari bank sentral di berbagai negara memborong emas. 

Baca Juga :
Bareskrim Gerebek Gudang 4 Lantai di Surabaya, Diduga Terkait TPPU Emas Ilegal
Gencar Segel Toko Emas, Purbaya Akui Banyak Barang 'Spanyol' alias Separuh Nyolong

Selain sebagai aset lindung nilai, emas juga dianggap menjadi aset strategis di tengah situasi ketegangan geopolitik, volatilitas mata uang, dan upaya diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS. Bagi beberapa bank sentral, emas berfungsi sebagai jangkar netral secara politik di tengah meningkatnya fragmentasi sistem keuangan global

Data World Gold Council melaporkan 15 negara teratas secara kolektif menambah hampir 2.000 ton emas ke cadangan kepemilikan dalam lima tahun terakhir. Gelombang akumulasi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah modern.

Dikutip dari Visual Capitalist, berikut 10 bank sentral dengan pembelian emas terbanyak sepanjang tahun 2020 hingga 2025.

Ilustrasi emas batangan
Photo :
  • Pixabay

1. China

China mencatat penambahan terbesar, lebih dari 350 ton. Langkah ini sejalan dengan strategi Beijing untuk mendiversifikasi cadangan devisa dari dolar AS dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat.

2. Polandia

Polandia agresif meningkatkan porsi emas sebanyak 314,6 ton ke dalam cadangan devisanya guna memperkuat stabilitas finansial jangka panjang.

3. Turki

Bank sentral Turki terus menambah emas sebagai bantalan menghadapi tekanan mata uang domestik. Dalam lima tahun terakhir, Turki tercatat memborong 251,8 ton emas.

4. India

India memperkuat cadangan emasnya sebanyak 245,3 ton untuk menjaga ketahanan eksternal di tengah dinamika global.

5. Brasil

Tidak hanya dari negara di kawasan Asia, Brasil mewakili benua Amerika ikut membeli 105,1 ton emas. Langkah meningkatkan kepemilikan emas sebagai bagian dari diversifikasi aset cadangan.

6. Azerbaijan: 83,6 ton emas

7. Jepang: 80,8 ton emas

8. Thailand: 80,6 ton emas

9. Hungaria: 78,5 ton emas

10. Singapura: 77,3 ton emas

Beberapa negara justru mengurangi cadangan emasnya dalam periode tersebut, termasuk Filipina dan Kazakhstan. Perbedaan strategi ini menunjukkan bahwa emas kini dipandang sebagai instrumen kebijakan yang fleksibel. 

Langkah akumulasi emas yang dilakukan beberapa bank sentral negara ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga meningkatkan nilai aset negara secara signifikan. Jika ketidakpastian global berlanjut, tren pembelian emas oleh bank sentral berpotensi terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2026: Produk Antam Makin Kinclong Anteng di Atas Rp 3 Juta per Gram
Harga Emas Hari Ini 21 Februari 2026: Produk Antam Meroket Tembus Rp 3,012 Juta Per Gram
Terindikasi TPPU, Bareskrim Angkut Semua Emas dari Toko Semar Nganjuk

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jawaban Menohok Inara Rusli Usai Kena Hujat Netizen, Ungkap Alasannya Bertahan Jadi Istri Kedua Insanul Fahmi
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Bus Transjakarta ”Adu Banteng” di Koridor 13, Salah Satu Pengemudinya Mengantuk
• 20 jam lalukompas.id
thumb
Kronologi Anak 14 Tahun di Maluku Tewas Diduga Dipukul Anggota Brimob
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Chelsea Kecam Perlakuan Rasial Terhadap Fofana
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.