Momen bulan suci Ramadan selalu diwarnai dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja online, terutama untuk kebutuhan busana Muslim dan persiapan Lebaran 2026. Tingginya lonjakan transaksi ini tak lepas dari peran vital industri logistik yang memastikan jutaan paket terdistribusi dengan cepat, tepat, dan aman hingga ke tangan pembeli.
Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tren ini membawa berkah tersendiri. Sokya Ima, pemilik toko busana Muslim Kyaza di Jakarta Utara, mengaku pesanan di toko online-nya melonjak drastis.
"Alhamdulillah, traffic bulan Ramadan ini melonjak dua kali lipat dibanding hari biasa. Produk yang paling dicari adalah pashmina ceruti dan hijab segi empat. Untuk menghadapi pesanan yang hectic, kami menambah karyawan agar paket pelanggan bisa cepat dikemas dan dikirim," ujar Sokya.
Canggihnya Proses Sortir Paket di Pusat Distribusi
Demi memastikan kepuasan pelanggan, Sokya menerapkan standar pengemasan (SOP) yang ketat. Setelah dibungkus rapi dengan kotak dan plastik kedap air, paket diserahkan ke mitra kurir SPX Express First Mile di Cilincing untuk memulai perjalanan panjangnya. Salah satunya pesanan menuju Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Di fasilitas First Mile, paket disortir menggunakan teknologi pemindai Air Way Bill. Setelah itu, paket bergerak menuju salah satu pusat distribusi terbesar, yakni Distribution Center (DC) Cakung, Jakarta Timur.
"Untuk menghadapi lonjakan campaign Ramadan, kami memaksimalkan SDM dan teknologi. Di area inbound, kami menggunakan Telescopic Conveyor, serta Automatic Sorting Machine (ASM) yang sangat membantu operasional memilah jutaan paket secara cepat dan aman," jelas Restu, perwakilan SPX Express DC Cakung.
Pelacakan Real-Time hingga Tiba di Tangan Pembeli
Setelah diterbangkan ke kawasan Indonesia Timur, paket tiba di DC Makassar. Di fasilitas ini, proses sortir menggunakan Automatic Conveyor Belt yang dilengkapi dengan teknologi Top Scanner.
Perwakilan DC Makassar, Sudartoyo, menjelaskan bahwa pemindai canggih ini meminimalisasi kesalahan penyortiran. "Begitu paket melewati top scanner, pembeli akan langsung menerima pembaruan pelacakan di aplikasi HP mereka secara real-time bahwa paket sudah tiba di Makassar," ungkapnya.
Dari DC Makassar, paket kemudian disalurkan ke fasilitas Last Mile di Bontomarannu, sebelum akhirnya dibawa oleh kurir menyusuri berbagai medan menuju rumah pembeli.
Perjalanan lintas pulau itu berakhir manis di Desa Tanah Karaeng, Kabupaten Gowa. Arrizki, sang pembeli, menerima paket busana Muslim untuk istri dan anaknya dalam kondisi sempurna.
"Pengirimannya bagus, sekitar 3 sampai 5 hari sudah sampai dan barang sesuai pesanan. Belanja online lebih seru karena banyak promo, dan menghemat waktu daripada harus jauh-jauh ke kota, mending tunggu di rumah barang diantar kurir," kata Arrizki puas.
Komitmen menjaga keamanan dan kecepatan pengiriman ini membuktikan kesiapan ekosistem logistik digital dalam menjawab tingginya minat belanja daring masyarakat dari ujung barat hingga timur Indonesia.




