Gegara Barcode BBM, Aparat Keamanan Diduga Aniaya 3 Karyawan SPBU di Jaktim

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sebanyak tiga karyawan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, menjadi korban penganiayaan pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pelaku penganiayaan diduga seorang aparat keamanan.

Ketiga karyawan SPBU yang mengalami penganiayaan, yakni Lukmanul Hakim selaku operator SBPU bertugas, Khairul Anam selaku staf SPBU, dan Mahbudin selaku petugas operator yang berupaya melerai keributan.

"Khairul Anam itu (terkena) tamparan di pipi. Terus yang Lukman itu (dipukul) di rahang sebelah kanan. Terus yang Mahbud (dipukul) di bawah mata sama di pipi, jadi giginya itu oblak (goyang)," ujar salah seorang karyawan SPBU setempat, Mukhlisin, 38, di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Mukhlisin menceritakan awal mula dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang aparat keamanan tersebut. Saat itu, pelaku yang merupakan penumpang mobil mewah hendak mengisi bahan bakar bersubsidi menggunakan barcode untuk kendaraan yang ditumpanginya dan ternyata berbeda dengan yang tertera di dalam keterangan barcode.

"Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan gambar di mesin EDC tersebut. Peraturannya Nopol (Nomor Polisi) sama mobil harus sesuai," kata Mukhlisin.

Kemudian, kata Mukhlisin, petugas SPBU sempat menjelaskan prosedur yang berlaku dan mengarahkan terduga pelaku untuk beralih mengisi bahan bakar non-subsidi.

Tapi pelaku menolak dan melontarkan makian, bahkan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul dan menarik seragam yang dikenakan petugas SPBU tersebut hingga robek.
  Baca Juga:  Yusril: Oknum Brimob Aniaya Bocah hingga Tewas di Tual Harus Dipecat

Salah seorang karyawan SPBU setempat, Mukhlisin. Metrotvnews.com/Zaenal

Mukhlisin mengatakan saat kejadian, pelaku mengenakan pakaian bebas dan tidak menggunakan pelat nomor dinas institusinya. Namun, saat itu, pelaku sempat menyebu mobil yang akan isi bensin merupakan milik seorang jenderal.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut "ini mobil jenderal". Terus di video juga dia menyebut bilangnya "Kapolda" gitu. Ada narasi, ada kata-kata Kapolda ketika dia membentak-bentak," tutur dia.

Awak media sudah mengonfirmasi kasus penganiayaan dialami tiga pegawai SPBU tersebut kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Namun, Budi belum memberikan keterangan lebih lanjut.

"Mohon waktu ya," kata Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Skateboard pemusatan latihan jelang kejuaraan dunia Brasil
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Teheran Siapkan Draf Negosiasi dengan AS
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
MU Mode Sat-set! Sikat Everton, Setan Merah Tembus 4 Besar & Carrick Masih Unbeaten
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Menlu Sugiono Saat Pimpin Sidang Dewan HAM PBB: Hak Palestina Tak Dapat Dilucuti
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Potret Malapetaka Gulung AS, New York Lumpuh Dikepung Salju Tebal
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.