TABLOIDBINTANG.COM - Zaskia Sungkar melahirkan putra kedua, Urwah Muhammad Syahki, pada Sabtu (21/2) pagi. Syahki lahir dengan berat 2,6 kilogram dan panjang 47 sentimeter melalui persalinan caesar di RSU Bunda, Menteng, Jakarta Pusat.
Di balik senyum bahagianya, ada perjuangan panjang yang kembali harus dilalui istri Irwansyah itu.
Sama seperti saat mengandung anak pertama, Zaskia kembali menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Bukan tanpa alasan, keputusan tersebut diambil karena kondisi medis yang membuatnya tak bisa hamil secara alami.
Zaskia mengungkap, kedua saluran tubanya telah diangkat akibat masalah kesehatan di masa lalu.
“Memang harus IVF. Karena sebelumnya kedua tuba sudah diangkat, jadi enggak ada jalur alami untuk pembuahan,” ungkap Zaskia Sungkar dalam konferensi pers di RSU Bunda Jakarta, Senin (23/2).
Kondisi tersebut dibenarkan oleh dokter spesialis kandungan yang menanganinya, dr. Merry Puspita, Sp.O.G. Menurutnya, tanpa saluran tuba, sel telur dan sperma tidak bisa bertemu secara alami sehingga satu-satunya jalan adalah melalui program bayi tabung.
“Kalau tidak ada tuba, tentu sperma tidak bisa lewat. Jadi memang kasusnya harus IVF,” jelas dr. Merry.
Merry menambahkan, proses kehamilan melalui IVF memiliki tantangan tersendiri. Selain prosesnya yang panjang dan penuh tahapan medis, tekanan emosional calon ibu juga cenderung lebih besar.
“Perjuangannya tidak mudah. Karena mendapatkannya sulit, rasa cemasnya pun berbeda dibanding kehamilan alami,” terang Merry.
Meski demikian, Zaskia mengaku kebahagiaannya tak berkurang sedikit pun. Ia kembali merasakan antusiasme yang sama seperti saat pertama kali dinyatakan hamil Ukkasya.
“Pastinya senang banget. Semua riwayat kesehatan dikaji lagi, dijaga ekstra. Alhamdulillah semuanya lancar. Pas tahu hamil lagi, rasanya sama bahagianya seperti yang pertama,” jelas Zaskia penuh haru.
Dari sisi kesehatan bayi, dr. I.G.A.N. Partiwi atau yang akrab disapa dr. Tiwi, memastikan kondisi Syahki dalam keadaan stabil dan sehat. Syahki pun langsung menjalani Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sesaat setelah lahir.
“IMD penting untuk membangun bonding ibu dan bayi serta mendukung kesehatan jangka panjangnya. Saat ini kondisi bayi sangat baik,” jelas dr. Tiwi.
Keberhasilan kehamilan kedua Zaskia juga tak lepas dari pendampingan intensif tim medis di Morula IVF Indonesia. Layanan fertilitas berbasis teknologi tinggi dan pendekatan personal itu sebelumnya juga mendampingi perjalanan kehamilan anak pertama mereka.
Bukan tanpa alasan, Zaskia dan Irwansyah merasa lebih tenang karena didukung teknologi modern serta pendampingan tim medis yang intens.
Pasangan ini menilai pendekatan yang personal membuat mereka merasa lebih siap secara fisik maupun mental dalam menjalani setiap tahapan program.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam proses tersebut adalah Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A). Metode ini merupakan teknik penyaringan kromosom pada embrio sebelum ditanamkan ke dalam rahim. Dengan cara ini, embrio yang dipilih memiliki kondisi kromosom yang optimal sehingga peluang keberhasilan kehamilan meningkat dan risiko keguguran dapat ditekan.



