JAKARTA, KOMPAS.TV - Terduga aparat yang menganiaya petugas SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, dilaporkan mengaku sedang membawa mobil seorang jenderal. Terduga aparat itu bahkan membentak petugas dengan mencatut nama Kapolda.
Petugas SPBU yang menjadi korban penganiayaan, Lukman Hakim (19), menyebut pelaku membentak petugas SPBU dengan mengeklaim mobilnya memiliki "barcode jenderal".
Adapun kasus penganiayaan yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026) malam ini bermula saat pelaku hendak membeli BBM subsidi. Namun, petugas SPBU menolak mengisikannya karena barcode yang ditunjukkan tidak sesuai dengan mobil yang dibawa.
"Dia bilang, 'kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?' Berkali-kali dia ngomong begitu," kata Lukman Hakim di Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Polisi Tewas Diduga Dianiaya Senior di Makassar, Bripda P Ditetapkan Tersangka
Menurut Lukman, dugaan pelaku adalah aparat penegak hukum muncul dari omongannya sendiri. Saat memarahi petugas, pelaku mengaku punya jabatan tinggi di kepolisian.
Lukman pun mengaku takut saat pelaku berulangkali menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian, serta menyebut-nyebut Kapolda.
"Kita jadi mikir, takutnya dia benar aparat atau bawa senjata api (senpi). Jadi, kita tidak berani melawan," kata Lukman Hakim dikutip Antara.
Saat kejadian, terduga pelaku pun dilaporkan sempat mengambil tas miik petugas SPBU. Namun, petugas tidak berani melawan untuk menghindari risiko.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku yang turun dari kendaraan hanya satu orang. Namun, diduga ada satu perempuan di dalam mobil tersebut dan seorang sopir.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- dugaan kekerasan aparat
- mobil jenderal
- petugas spbu dianiaya aparat
- spbu pulogadung
- kekerasan polisi




