Kadin Sumut Kompak Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Bobby-Surya, Ini Catatannya!

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Utara (Sumut) kompak mengapresiasi satu tahun masa kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution-Surya.

Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan apresiasi tersebut khususnya ditujukan pada upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, keberpihakan kepada pekerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan, hingga penanganan pascabencana.

“Capaian-capaian itu mencerminkan komitmen kuat Gubernur-Wakil Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution-Surya dalam membangun sinergi lintas sektor demi kemajuan provinsi,” ujar Firsal, Senin (23/2/2026).

Firsal menyinggung soal pertumbuhan ekonomi Sumut sepanjang tahun 2025 yang sebesar 4,53% (year-on-year/YoY).

Meski angka itu lebih rendah dari catatan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2024 yang mencapai 5,03% (YoY), Firsal menilai pertumbuhan ini tetap solid. “Ini mengingat tantangan ketidakpastian ekonomi global, dinamika politik, serta dampak bencana alam yang melanda Sumut jelang akhir tahun 2025,” tambahnya.

Dia pun mengklaim Sumut sebagai provinsi yang penanganan dan pemulihan bencananya lebih cepat dibanding dua provinsi terdampak lainnya.

Baca Juga

  • Bulog: Stok Beras di Sumut Ada 52.00 Ton, Cukup Sampai Habis Lebaran
  • Bobby Tantang Desa di Sumut Kembangkan Pembangunan Berdampak
  • Rencana Gunakan AI di Pertanian, Bobby Nasution Ingatkan DEN Soal Kapasitas SDM

Terpisah, Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kadin Sumut Yudha Johansyah menguraikan dukungan Gubernur Sumut terhadap revisi Undang-undang Kadin dalam rangka memperkuat kelembagaan organisasi dan meningkatkan peran Kadin dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Yudha menyebut selama satu tahun kepemimpinan Bobby-Surya, Pemprov Sumut telah merealisasikan sejumlah program strategis di bidang ekonomi.

“Manfaatnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat seperti transformasi pelayanan publik agar lebih cepat, responsif, dan handal yang didukung oleh penyediaan internet gratis di ruang publik, program perlindungan rakyat melalui restorative justice,” ujar Yudha.

Di sisi lain, Yudha menilai penanganan pasca bencana alam di Sumut berjalan dengan cepat dan proaktif. Ini tampak dari langkah cepat Gubernur Sumut menetapkan status tanggap darurat bencana sejak akhir November 2025 yang diperpanjang beberapa kali hingga berakhir pada 31 Desember 2025.

Tak hanya itu, lanjutnya, Bobby juga kerap berkunjung langsung ke lokasi terdampak untuk memantau proses pemulihan dan mengunjungi para korban; meresmikan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Tapanuli Selatan; menyiapkan lahan untuk pembangunan 1.000 unit hunian tetap; serta merevitalisasi dan membangun tanggul maupun sabo dam permanen untuk mencegah banjir berulang.

Dunia usaha juga dilibatkan untuk ikut menurunkan alat berat ke lokasi bencana di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah guna mempercepat pembersihan dan pemulihan pascabencana. Langkah Gubernur Sumut ini disebut Yudha mendapat apresiasi dari kalangan dunia usaha.

WKU Koordinator Bidang Perekonomian Kadin Sumut Peter Suhendra juga menyoroti gerak cepat pemerintah daerah Sumut dalam penanganan pascabencana.

“Penanganan pasca bencana alam berjalan dengan cepat melalui rehabilitasi sarana dan prasarana serta pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak,” ujar Peter.

Pelaksana tugas (Plt.) WKU Koordinator Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri Kadin Sumatera Utara Martono Anggusti menyampaikan satu tahun pemerintahan Bobby-Surya telah memperkuat hilirisasi, pembangunan infrastruktur, dan investasi.

Martono menyebut hal itu tampak dari integrasi pembangunan antar provinsi melalui forum Gubernur se-Sumatra untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra, penguatan hilirisasi, dan aglomerasi industri.

“Gubernur fokus pada penguatan hilirisasi termasuk pengembangan Kawasan ekonomi khusus (KEK) dan Kawasan Industri yang berfokus pada hilirisasi perkebunan, perikanan, dan peternakan,” kata Martono.

Selain itu, kata dia, percepatan pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan, termasuk perbaikan jalan provinsi dan jembatan yang ditarget untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pengembangan kawasan industri strategis Sumatra Utara guna memaksimalkan dampak ekonomi lokal.

“Di samping dukungan Pemprov terhadap program-program prioritas Pemerintah Pusat yang berdampak langsung bagi warga Sumut seperti akselerasi pembangunan rumah murah subsidi melalui program 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Martono.

Adapun WKU Koordinator Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek dan Inovasi Isfan F Fachruddin mengapresiasi pelaksanaan universal health coverage (UHC) yang berhasil mencapai predikat UHC Prioritas lebih cepat 2 (dua) tahun dari target nasional.

“Masyarakat Sumut kini dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP,” ujar Isfan.

Isfan menyinggung pula salah satu program prioritas Pemprov Sumut dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM, yakni melalui pelaksanaan pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri yang dimulai pada 2026. Program yang ditarget akan mencakup seluruh wilayah pada tahun 2029 ini dinilainya akan berkontribusi membentuk kemampuan SDM Sumut.

“Pemprov juga menerima aspirasi Kadin, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), dan Serikat Pekerja terkait penetapan upah minimum Provinsi (UMP) dimana Gubernur Sumut menyampaikan penekanan pada dibukanya dialog konstruktif antara pengusaha dan pekerja di Sumut,” tambahnya.

Sementara WKU Bidang Kebijakan Fiskal, Moneter dan Publik Kadin Sumut Hendra Arbie dan WKU ASEAN Dayan Sutomo mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi dalam menurunkan inflasi daerah dengan Gerakan Pangan Murah.

Keduanya menilai Gerakan Pangan Murah telah membantu menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan strategis guna melindungi petani dan konsumen.

Memperkuat Kolaborasi

Ketum Kadin Sumut Firsal Dida Mutyara menyebut Bobby konsisten menekankan pentingnya kerja sama lintas daerah serta inovasi sebagai kunci mempercepat pembangunan di Sumut.

Kolaborasi dan sinergi yang dibangun bersama forkopimda, organisasi perangkat daerah, dunia usaha dan industri, hingga BUMD dan pemangku kepentingan disebut Firsal menjadi faktor utama tercapainya target dan terobosan tersebut.

Dia menyampaikan Kadin Sumut mendukung penuh upaya dan kolaborasi Pemprov dengan para stakeholder.

“Ini demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sumatra Utara secara yang berkelanjutan,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puasa Kelima: Iman pada yang Gaib, antara Logika dan Keyakinan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Brand Mobil Komersial Apa Saja yang Bakal Ada di GIICOMVEC 2026?
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Polda Metro Tangkap Komplotan Curanmor Bersenjata Api yang Meresahkan di Jakbar
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi Majalah TIME
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menlu RI: Banyak Negara Beralih ke Mode Bertahan Hidup
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.