Harga Minyak Melemah, Perundingan Nuklir dan Tarif AS Jadi Sorotan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak melemah pada Senin (23/2/2026), tetapi masih bertahan di level tertinggi dalam enam bulan.

Harga Minyak Melemah, Perundingan Nuklir dan Tarif AS Jadi Sorotan. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak melemah pada Senin (23/2/2026), tetapi masih bertahan di level tertinggi dalam enam bulan menjelang putaran ketiga perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pasar juga dibayangi meningkatnya ketidakpastian ekonomi setelah gejolak terbaru kebijakan tarif AS.

Baca Juga:
Aksi Jual Berlebihan, BBCA hingga Sederet Blue Chip Dinilai Salah Harga

Kontrak berjangka (futures) Brent ditutup turun 0,38 persen ke USD71,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 0,26 persen ke USD66,31 per barel.

Mengutip Reuters, Iran mengindikasikan kesiapannya memberikan konsesi terkait program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan pengakuan atas haknya untuk memperkaya uranium.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Diproyeksi Lanjut Menguat, Cermati Analisa 4 Saham Berikut

Menurut seorang pejabat senior AS pada Senin, Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu delegasi Iran pada Kamis di Jenewa.

Analis Price Futures Group Phil Flynn menilai hal itu mengindikasikan Iran lebih terbuka untuk membahas program nuklirnya. Meski demikian, ia menambahkan risiko serangan terhadap Iran masih tinggi.

Baca Juga:
Risiko di Balik RI Impor Minyak dari AS, Defisit Neraca Migas hingga Pelemahan Rupiah

Kekhawatiran atas potensi konflik militer antara AS dan Iran mendorong harga Brent melonjak lebih dari 5 persen pekan lalu ke level tertinggi sejak Juli 2025, yakni USD72,34 per barel.

Di sisi lain, putusan Mahkamah Agung (MA) AS pekan lalu yang membatalkan bagian penting dari rencana tarif Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketidakpastian di kalangan investor dan pelaku usaha.

Direktur energi berjangka Mizuho Bob Yawger mengatakan ketidakpastian tarif pascaputusan MA pada Jumat menekan pasar saham dan pasar minyak ikut terdampak.

“Tarif akan menjadi bencana dalam waktu dekat. Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sedang terjadi atau berapa lama situasi ini akan berlangsung,” ujarnya.

Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS menyatakan akan menghentikan pemungutan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act mulai pukul 12.01 WIB pada Selasa (24/2/2026).

Namun, pada Sabtu, Trump menyatakan akan menaikkan tarif sementara atas impor AS dari seluruh negara dari 10 persen menjadi 15 persen, batas maksimum yang diizinkan undang-undang.

Di AS, badai musim dingin kembali melanda wilayah timur laut, mendorong spread diesel naik sekitar 5 persen pada Senin. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Giro Surplus Bank bjb Jadi Solusi Cerdas Atur Dana Usaha Lebih Produktif
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Tiga Amunisi Baru Siap Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Perjalanan Melelahkan Persija Tandang ke Malut United: Terbang Dini Hari dan Tiba Pagi, Tiadakan Official Training Kondisi Tak Memungkinkan
• 16 jam lalubola.com
thumb
Kronologi Wanita Viral Tak Mau Bayar Makan di Warung Srengseng Jakbar
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Panama Ambil Alih Kendali Pelabuhan Kanal dari Perusahaan Hong Kong
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.