Emiten Unggas (WMUU) Rights Issue 6,1 Miliar Saham, Induk Usaha Konversi Piutang

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Emiten Unggas (WMUU) Rights Issue 6,1 Miliar Saham, Induk Usaha Konversi Piutang (Foto: dok WMUU)

IDXChannel - PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana melakukan penambahan modal melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dalam prospektus Senin (23/2/2026), perseroan akan menerbitkan sebanyak 6,1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Baca Juga:
Widodo Makmur (WMUU) Digugat karena Punya Utang kepada Vendor Rp9,2 Miliar

Sebagian pelaksanaan rights issue tersebut akan dilakukan melalui mekanisme konversi hak tagih induk usaha, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), kepada perseroan.

Sementara itu, sisa dana hasil PMHMETD setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat modal kerja WMUU.

Baca Juga:
Emiten Sawit (NSSS) Tegaskan Anak Usaha Tidak Diambil Alih WMUU

WMPP selaku pemegang saham pengendali menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dalam aksi korporasi ini melalui konversi piutang menjadi saham. Langkah diyakini dapat memperbaiki struktur permodalan perseroan.

“Dengan WMPP melakukan konversi hak tagihnya terhadap perseroan, maka rasio pinjaman terhadap ekuitas akan menurun yang selanjutnya dapat memperbaiki struktur permodalan perseroan,” ujar manajemen.

Baca Juga:
Rampungkan PKPU, WMUU Fokus Perbaikan Bisnis dan Cari Investor

Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan.

Sehubungan dengan rencana tersebut, WMUU akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026.

Baca Juga:
Dukung Program MBG, WMUU Datangkan Indukan Ayam dari AS

Dari sisi kinerja, WMUU masih mencatatkan rugi bersih senilai Rp69,57 miliar hingga September 2025. Kerugian tersebut menyusut 31,65 persen dari Rp101,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Meski membukukan rugi, penjualan bersih perseroan melonjak 111,87 persen menjadi Rp505,7 miliar, didorong strategi efisiensi. 

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tuntutan Mati ABK Kapal Bermuatan 2 Ton Sabu Disorot DPR, Begini Kata Kejagung hingga Ahli Hukum
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
AS Garap Nikel-LTJ RI, Bahlil: Bisa Kolaborasi dengan BUMN Tambang
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Potensi Reli IHSG Usai Mahkamah Agung AS Anulir Tarif Trump
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG Hari Ini Diproyeksi Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Jagokan 4 Saham
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harry Kane Akhirnya Buka Suara soal Isu Gabung Barcelona
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.