Militer AS Serang Kapal Penyelundup Narkoba di Karibia, Tiga Orang Tewas

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Miami: Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi pada Senin kemarin yang telah menewaskan tiga terduga narko-teroris dalam sebuah serangan terhadap kapal di Laut Karibia.

Kapal tersebut diyakini tengah mengangkut narkotika untuk dikirim keluar dari kawasan.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengonfirmasi bahwa berdasarkan data intelijen, kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang telah diketahui di Karibia.

"Intelijen memastikan kapal tersebut terlibat dalam operasi penyelundupan narkoba. Tiga pria narco-teroris tewas dalam aksi ini, sementara tidak ada personel militer AS yang terluka," tulis SOUTHCOM di media sosial X, seperti dikutip UPI, Selasa, 24 Februari 2026.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi militer terhadap kapal-kapal di Karibia, terutama yang berangkat dari Venezuela.

Sejak awal September, pemerintahan Donald Trump telah menginstruksikan penghancuran kapal-kapal di Laut Karibia dan Samudra Pasifik yang dicurigai menyelundupkan narkoba atau mengangkut minyak ilegal asal Venezuela melalui Operasi Southern Spear.

Serangan-serangan tersebut secara spesifik menyasar kapal-kapal yang dioperasikan oleh 10 kelompok kriminal yang telah ditetapkan pemerintah AS sebagai organisasi teroris pada Januari 2025. Penetapan status teroris ini memberikan kewenangan penuh bagi militer AS untuk memburu dan menargetkan kapal-kapal tersebut secara kinetik.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 40 serangan udara maupun laut telah dilakukan di sepanjang rute perdagangan narkoba yang dipetakan oleh SOUTHCOM. Rangkaian operasi militer tersebut telah mengakibatkan setidaknya 148 orang tewas.

Sebagai bukti transparansi operasi, SOUTHCOM mengunggah cuplikan video berdurasi 20 detik yang menunjukkan detik-detik saat pasukan AS melancarkan serangan kinetik mematikan terhadap kapal sasaran tersebut dari pantauan udara.

Langkah agresif ini merupakan upaya Washington untuk memutus jalur logistik keuangan kelompok kriminal dan melemahkan pengaruh rezim yang terkena sanksi. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  AS Serang Kapal yang Dilabeli Narko-Teroris di Pasifik, Dua Orang Tewas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atalanta vs Borussia Dortmund: La Dea Wajib Menang 2 Gol untuk Lolos 16 Besar Liga Champions
• 51 menit lalumediaindonesia.com
thumb
9.500 Tentara Meksiko Dikerahkan Usai Tewasnya Bos Kartel El Mencho
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
50 Kios Terbakar di Pasar Rebo Purwakarta, Polisi Selidiki Penyebab
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Teknologi Jadi Fondasi, Strategi BYD Bikin Mobil Listrik Relevan Dipakai Harian
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Astra Autoparts (AUTO) Raih Laba Bersih Rp2,2 Triliun pada 2025
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.