FAJAR, MILAN—Inter Milan harus melakukan comeback besar saat menjamu Bodo/Glimt di leg kedua babak playoff Liga Champions, dini hari nanti. Ini tentu misi yang bisa dilakukan Nerazzurri.
Kalah 1-3 di Norwegia, Inter Milan secara otomatis butuh kemenangan tiga gol untuk membalik keadaan dan lolos ke babak 16 besar. Fakta bahwa mereka bermain di Italia membuat Inter cukup percaya diri.
Sejarah juga mendukung mereka. Selain kemenangan agregat 7-1 atas Bodo di Piala Winners’ Cup 1978-79, ketika raksasa Italia itu dengan mudah menang 5-0 di Milan, Inter juga punya rekor bagus dalam laga dua leg di Liga Champions.
Tidak termasuk final, dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah memenangkan 10 dan hanya kalah dua kali dari 16 pertandingan babak gugur Liga Champions terakhir mereka.
Meski begitu, Cristian Chivu menegaskan kehati-hatian. “Kami menyadari tantangan di setiap pertandingan dan bahwa tidak ada yang gratis. Pertandingan di Bodo membuktikannya,” tegasnya di situs Inter.
Makanya, ia meminta timnya mempersiapkan diri dengan baik. “Kita harus siap untuk hari Selasa (Rabu), karena kualifikasi masih terbuka lebar. Saya memiliki 24 pemain hebat yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk perjalanan kami,” ujarnya.
Manuel Akanji yang mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 Inter atas Lecce di akhir pekan juga menekankan pentingnya tampil lebih bagus di Giuseppe Meazza, Rabu dini hari nanti.
“Kami harus bermain jauh lebih baik daripada yang kami lakukan di Norwegia jika kami ingin membalikkan keadaan. Kami kebobolan tiga gol dan kesulitan dengan tempo permainan, tetapi taruhannya tinggi,” katanya.
Bagi Akanji, tidak ada dua versi Inter yang berbeda dan mereka harus menunjukkan kehebatan di laga hidup mati ini. “Ya, kami kalah dari Bodo/Glimt terakhir kali di Liga Champions, tetapi kami masih tim yang sama yang mampu melakukan hal-hal hebat,” tegasnya.
Di kubu Bodo, setelah menjadi klub Norwegia pertama yang mencatatkan tiga kemenangan beruntun di kompetisi top Eropa, mereka kini membidik sejarah baru di Milan.
Mereka berharap bisa menjadi tim Eliteserien pertama yang lolos dari babak gugur sejak Lillestrom lolos dari babak pertama pada tahun 1987. Namun, Pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen memastikan ini bukan pekerjaan enteng.
“Ini adalah pertandingan baru. Saya pikir kita tidak bisa hanya bertahan rendah dan berharap serangan balik, kita perlu menyerang,” katanya saat berbicara kepada UEFA.
Kendati begitu, ia tidak berharap mereka bisa leluasa seperti di leg pertama. “Kita perlu bertahan dengan baik dan mudah-mudahan menciptakan beberapa serangan balik. Tapi ini akan menjadi pertandingan yang sulit, itu sudah pasti,” tandasnya.
Kapten Inter, Lautaro Martinez, mengalami cedera otot betis di Norwegia, yang membuatnya absen setidaknya selama sebulan. Jadi, Chivu harus memilih dua pemain dari Francesco Pio Esposito, Marcus Thuram, dan Ange-Yoan Bonny untuk memimpin lini serangnya.
Kabar baik bagi Inter sebab Denzel Dumfries sudah kembali setelah absen lama. Gelandang berpengaruh Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu juga sudah bisa bermain setelah menjalani larangan bermain di Serie A.
Sedangkan Bodo, sulit untuk melihat mereka melakukan perubahan starter. Tapi Ulrik Saltnes yang sudah kembali duduk di bangku cadangan pekan lalu bisa menjadi opsi tambahan mereka di laga ini.
Kasper Hogh dan Jens Petter Hauge akan tetap menjadi tumpuan serangan tim tamu dengan Patrick Berg mendukungnya dari lini tengah. Sementara Odin Bjortuft dan Fredrik Sjovold akan menggalang kekuatan di lini pertahanan.
Prakiraan Pemain
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Henrique, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Esposito
Bodo/Glimt (4-3-3): Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Evjen, Berg, Fet; Blomberg, Hogh, Hauge
Kamus Lolos
Inter lolos jika:
Menang dengan margin minimal 3 gol (lolos dengan keunggulan agregat)
Bodo/Glimt lolos jika:
Menang dengan skor berapa pun
Imbang dengan skor berapa pun
Kalah dengan selisih 1 gol (lolos dengan keunggulan agregat)
Jika Inter hanya menang dengan margin 2 gol, laga berlanjut ke extra time sebelum adu penalti jika belum ada pemenang selama 2 x 15 menit. (amr)




